Ibuku Tercinta, Cepat Sembuh Ya..

Ibuku

 

 

Sore, (tepatnya malem) tanggal 28 Februari aku sempet-sempetin manfaatin waktu untuk nonton ayat-ayat cinta.. Sepertinya ada hal yang tidak biasanya, walaupun itu film fenomenal, rasanya tidak mungkin sepenuh ini (dalam hal ini pengunjung/penonton yang saya maksud..). Tiketpun habis, aku tidak jadi menonton di bioskop itu bersama ke-17 orang teman sekelasku. Sepertinya Allah s.w.t tidak mengijinkan saya untuk menonton film pada hari itu.

Aku berucap dalam hati, “Ya Allah, apakah aku dilarang untuk menonton film Ayat-Ayat Cinta hari ini? Aku sangat ingin menontonnya. Karena begitu membaca novelnya, hatiku sangat tersentuh ya Allah..”

Akhirnya teman-temanku memutuskan untuk pulang, aku masih keukeuh pengen nonton film itu. Akhirnya tinggal berempat, aku bersama ketiga temanku.

Lalu kita mencari bioskop lain yang masih sepi, ternyata dapat! Tiketnya seperti pada gambar ini, sudah lihat gambar kan? Jam 17:35! Berarti shalat maghrib, ditinggalkan? Tentu tidak, kebetulan didekat studio 1 itu ada mushola, jadi aku bisa solat disitu.

Selesai menonton film itu, sekitar jam 20:00 aku bersama temanku pulang dengan menaiki angkot. Feeling yang tak enak selalu kurasakan sejak tadi. Jarak dari bioskop sampat rumahku hanya ditempuh dengan 2x naik angkot. Setelah turun dari angkot pertama, aku cari angkot selajutnya, ternyata… TIDAK ADA!

Aku berfikir, tenang-tenang.. Siapa tau ada yang lewat. Ternyata setelah jalan 1 kilometer dengan tujuan mempercepat waktu, angkot yang ingin aku naiki: tidak ada.. Karena batasnya sampai jam 19:00. Aku memutuskan untuk naik ojek yang harganya 8000 rupiah, sangat mahal! Aku baru tahu kalau angkot 17 (yang ingin aku naiki) stop sampai jam 19:00 setelah diberi tahu tukang ojek.
Setelah sampai dirumah, aku lihat muka ibuku sepertinya beda dari tadi pagi, sangat pucat. Aku menyesal karena tadi aku tidak bilang dahulu ingin nonton. Lalu ketika jam 22:00, saat aku ingin tidur, ibuku berteriak kecil, “Aduhhh,, diingiin.. dingiin..”

Aku yang mendengarnya, spontan langsung menuju kamar ibuku. kulihat tubuhnya berkeringat. Aku hanya bisa mengucapka, “Ma instigfar ma.. Astagfirullahhaladzim.. Astagfirullahhaladzim.. Astagfirullahhaladzim..”

Ibuku mengikutiku. Lalu tak lama ayahku datang dengan membawakan secangkir teh hangat. Ayahku terlihat sangat sedih. Mukanya pucat. Adikku yang sangat care pada ibuku langsung datang, begitupun kakakku. Lalu, ayahku menawarkan untuk dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor. Jam menunjukkan pukul 23:00.

Diperjalanan, ibuku masih mengeluh kedinginan, sesak nafas, ngejeletit, dan sebagainya.. Aku hanya bisa membantunya dengan doa dan berusaha menenangkannya dengan cara mengelus-elus pundaknya. Jujur,pada saat itu aku sangat kecapean.

Setelah di RS, ibuku dibawa ke ruang anggrek, kelas II. Dengan dibantu selang oksigen, ibuku perlahan-lahan mulai tenang. Aku yang sudah ngantuk dari tadi, tidur dengan memeluk ibuku. Aku sangat sayang ibu (baca: mama).. Mama, cepat sembuh ya, aku rindu belaian kasihmu dan membangunkanku diwaktu subuh untuk melaksanakan solat subuh bersama.

Sekarang, hari ke 5 beliau dirawat di rumah sakit, keadaan mulai membaik. Setiap pulang sekolah, aku selalu datang ke RS, berbincang dengan ibuku bersama ayah yang menemani ibuku, agar suasana terlihat hidup dan ibuku merasa senang.

14 thoughts on “Ibuku Tercinta, Cepat Sembuh Ya..

  1. (kunjungan balasan)
    Semoga sang Ibu bisa cepat sembuh…
    Iya, kadang… Tuhan itu kalau memberikan tanda ya bisa seperti yang Angga alami yah? Jadi kalau kita diberi kesulitan, harusnya mungkin kita jadi bertanya-tanya, “Sebetulnya ada apa ya?”

    Like

  2. @Anggie
    Makasih banyak ya doanya.. Semoga terkabul.. Cuma Allah yang bisa membalasnya.. Sering-sering ke blog ini ya..

    @Bunda Nanay
    Terima Kasih banyak.. Akan saya sampaikan buat ibu saya. Beliau besok akan pulang ke rumah. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlimpah.

    @Teh Ika Maya Susanti
    Terima kasih. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlimpah. ya memang, ternyata Allah terkadang memberi isyarat jika terjadi apa-apa. Saya seharusnya lebih peka lagi terhadap feeling saya.

    @Isnuansa
    Waduh.. Makasih banyak mba..
    Ibu saya besok akan pulang. Cuma Allah yang bisa membalasnya.

    @realylife
    Mas, makasih banyak ya. Mas sudah membantu saya dalam segala hal.
    Sya tetap semangat kok! Blog never end..

    @Lita
    Makasih ten. Kamu orang yang care banget!

    Like

  3. everythingisposible says:

    semoga cepat sembuh ya….

    salam kenal yaph
    luqman dr bandung

    ibu kamu pasti bangga punya anak kayak kamu…
    _____________

    Like

  4. Sakit itu termasuk cobaan dari Allah untuk hambaNya..untuk menguji kesabaran dan menghapus dosa-dosanya, semoga mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah, amin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s