Fenomena Pacaran Di Kalangan Kita [Repost]

Mengapa aku katakan kita?
Ya, sekarang bukan saatnya remaja yang dikritik terus..
Sekali-kali orang dewasa-lah yang dikritik oleh kita-kita.
Apakah ‘Yang muda, belum boleh bicara’ tetap berlanjut?
Tidak.

Yup, ini pengalamanku ketika di angkot. Ceritanya begini, ketika pulang sekolah aku menaiki angkot. Suasana dingin, kedinginan, dan mendinginkan mewarnai jiwa dan raga. [kok mewarnai?]. Karena lagi hujan.

Saat diangkot, aku kebagian duduk dibelakang supir. Penuh sekali. Disebelahku, ada seorang anak SD yang baru pulang sekolah. Mungkin dia masuk sore. Karena waktu menunjukkan pukul 17.00. Bisa dikatakan, jam-jam segitu lagi banyak-banyaknya orang yang baru pulang ngantor dan anak sekolah yang baru pulang. Yang jadi masalah bukan anak kecil itu, tetapi dua orang pria dan lelaki yang sedang pacaran. Waduh.. pria dan wanita denk.. hhe.. biar nggak serius teuing..

Nampaknya bila dilihat dari raut kedua wajah mereka, seperti gorila yang digebuk gebugan. Ok.. Hiperbola, tetapi sepertinya yang pacaran itu bukan muhrimnya deh.
Bukannya suudzan, tetapi faktanya: ….

1. Tidak memakai cincin kawin diantara mereka berdua. Sebenarnya ini tidak masalah. Cincin-kan hanya sebagai pelengkap dalam perkawinan.

2. Mereka ngobrol dan tidak sengaja aku dengar begini, “Yank, kalau nanti kita menikah dan punya anak, kita cari rumah dimana ya?’ Sangat menguatkan fakta kalau dia masih belum menikah.

3. Sangat tidak pantas bermesraan, bergandengan tangan di muka umum, apalagi di angkot. Mana hucyann, becyeek, nggak ada owcyek, makan mie cyek-cyek, sampe bau kecyeek..

Nggak baik ya suudzan sama orang. Lupakan pasangan itu. Kita lihat yang lebih global lagi.

Istilah nembak, ditembak, cow luw, cewe luw, berapa bulan jadian, mantan, dan sebagainya telah menjadi hal yang wajar dikalangan kita. Bukannya gimana-gimana, aku sendiri baru tahu kalau pacaran itu dilarang dan tidak ada di Al-Quran setelah menonton Ayat-Ayat Cina. Ups.. Cinta.
Aku sendiri takut, kalau pacaran hanya akan menambah dosa. Yaa.. kalau aku suka seseorang, aku jadikan sahabat. Karena dengan menjadikan dia sahabat, kita akan merasa tidak canggung.
Oke.. back to topik, bukan hanya remaja yang sering pacaran, orang gede pun pasti lah mengenal pacaran-pacaran ini. Kakakku-pun (baca: teteh) pacaran. Tetapi, sudah aku larang. Yang muda, sekarang boleh bicara.

Aku melihat fenomena ini ketika televisi, sumber berita gossip. Banyak public figure yang rata-rata berumur 25 tahun keatas yang sudah dikatakan bukan remaja masih pacaran-pacaran. Public figure kok memberi contoh yang buruk. Yang muslim dan non muslim sama saja. Perbaiki akhlak memang terkadang sangat sulit.

Pembahasannya sekarang, waduh.. Pacaran.. Jujur, aku sendiri baru 2x pacaran. Memang sih dosa. Tetapi saat itu aku masih tidak tahu.
Aku jadi teringat nasihat guruku. Beliau bilang, ‘Cinta itu akan habis jika kita memakainya terus menerus’
Setelah penelitian berabad-abad, saat semua orang sibuk remedial, aku baru tahu makna itu, jawabannya: TIDAK TAHU.. Sedodol itukah aku. Tidak laah.. Aku masih punya otak, yaitu otak-otak.. Hhe.. Bukan gitu, aku langsung menanyakan langsung kepada beliau..

Gw : ‘Pak, maksud Cinta itu akan habis jika dipakai terus menerus apa sih pak.. Duuuh jadi lieur..’
Pak Guru: ‘Gini ngga. Kita bayangkan cinta itu seperti lilin dan api. Api akan membutuhkan lilin untuk tetap menyala. Sama seperti cinta. Cinta itu api, yaitu membutuhkan perasaan sebagai lilinnya.. Kalau cinta terus dipakai, akan membutuhkan perasaan terus menerus dan mengakibatkan kebosanan. Mengerti maksud bapak?’
Gw: ‘Ya pak ngerti..’
Pak Guru: ‘Makanya pacaran sebelum menikah tidak dihalalkan. Karena akan menimbulkan efek bosan dan terkadang benci. Kalau pacaran ketika sudah menikah, ketika mencapai titik bosan, masa harus cerai?’
Gw: ‘Ya.. Ya.. Pak.’

Jujur gw masih bingung dengan pernyataan-pernyataan pak Guru, Beliau memakai bahasa yang tinggi sih. Tapi aku mengerti maksudnya sekarang. Cinta itu kuduna diberikan kepada orang yang kita dikasihi. Kasihi cendol kek, gorngan kek, duit seceng kek. Ups.. bukan itu maksudnya. U know laa.. biar nyantai didikit..

Ketika sudah nikah.. berikanlah semua cinta kepada orang yang kita cintai. Walaupun sudah pada titik bosan tadi, orang yang beriman pasti tauhu bahwa Allah sangat membenci PERCERAIAN.. Mungkin dia bisa introspeksi diri.
Aku sendiri sudah 7 bulan tidak pacaran.. Awalnya sih pengen nyari pacar, bahkan dicariin pacar sama teman.. Cuma aku bilang nggak usah lah. Nanti saja.

Maaf ya kalau post aku ini tidak enak dihati. Namanya remaja, ingin donk sekali-kali beropini. Sekalian mencari jati diriku.. Ok.. Salam.. :)

 

Kenapa Di Repost? Karena Angga Baru aja Putus sama seorang cewe, naah.. Karena peristiwa itu, Angga jadi sadar lagi. PACARAN : DOSA! Tapi dia gak terima.. Huhuhu.. Gimana DOONK?

7 thoughts on “Fenomena Pacaran Di Kalangan Kita [Repost]

  1. Sya says:

    Q pngn crta dkit.
    Dr dulu, q mmg gak pacaran. walo tmen2 gencar sna – sni,Q gak da rasa kepingin, tp Q slalu enjoy dgn driq. Q mrasa bs mlakukn byk hal n Q bs mengekspose pa ja yg da dlm driq.
    Q menanggap driq tahan bnting, kegiatan or organisasi yg Q sukai, Q ikuti. Q sdh melalang buana, sdh kerj mpe luar pulau pula.
    Stlh Q cape dgn smua rutinitasq,Q sadr. Q pngn hdup dsmping Ibu cz Beliau satu2ny yg plng Q cinta. Timbullah keinginan untk hdup disampngny n membina keluarga tak jauh darinya.
    Q pulng ke tnh klahirnQ. Q cari kerj baru. Dari situlah Q kenal seorng cwo. stelah skian lma knal, dy membranikn dri untuk “nembak”. Yach, istilah yg gk asing bwt qta. Q tetep berkeras, Q tidak akan pacaran. Q ingin pacaran yg prtma kali ma suamiku nanti.
    Rupanya sang cwo gk menyerah, dy “nembak” lg… Q beri alasan, pa yg sebenarnya Q inginkan.
    Dia pun memberi alasan, kenapa dia nembak q. dia ingin mengenalq lbh jauh, bkn untuk mesra2 or biar ngisi status doank. bla.. bla… akhirnya q mgenalny sampai skrng. mgkin tahap perkenalanq sampai saat ni ma dia bs disebut pacaran. Tp tidak. Q gk pngn diktakn spt tu.
    Memeng benar, cinta menguras perasaan. klo qt sbg orng dwasa gk pinter myikapi perkenalan dgn orng yg qt suka, nafsu akn berbicara.
    Awalnya pegang tngan pun, Q gak mau.. sampai akhrnya saat dy pegang tnganq prtma kali di sebuah rumah mkan, Q rsakn debaran yg beda… yach bgitulh saat br2, setan ikut2 nimbrung..
    Q tau pcaran dosa. Pcaranq ma dia biasa2 ja gk nyampe mesra2 kyk yg angga crtain. Q jg gk mau merusak citra jilbabku saat orang melihatnya. Sbg mnusia biasa, Q akui, qta pny nafsu, pny rasa nekat, tp sebisaq untk mnahannya.
    Hmmmm……. Q gk mungkin putus, Q sudah mgenalny lbh jauh, ibuq jg senang ma dia.
    Mso Q kudu putus or menjauh dr dia, walopun Q tau sech, pcaran dosa. Allah Maha Kuasa untk mgambil sgalanya, termasuk jka dia bkn jodohku.
    Ya Allah, mgkn krn sdh kadung suka, Q gk mau membayangkan jika Q bkn jodohnya. Saat ni q ma dy hanya brharap n brusha mwujudkan keinginan qt untk mnuju sebuah kehalalan Cinta n mjalin sbuah kelg yg berkah. Mhon doanya…!
    (Mga crtaq bs dijadikn renungan. Q siap menerima saran yang skiranya bs mmbuatku lbh baik. Sbg sesama insan, qt kan dsuruh saling mgingtkan tow..?!)
    Thnx All ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s