Fenotip Genotip.. Gak penting!

Perkawinan antara tikus – tikus hitam dgn genotip identik menghasilkan keturunan yang terdiri dari 14 berwarna krem, 47 hitam dan 19 albino.

a. Tepe epistasis apakah yang bekerja, dan bagaimanakah perbandingan yang diperkirakan dlm keturunan ini ?

b. Bagaimana genotip tikus-tikus induknya?

c. Coba buatlah diagram perkawinannya dgn menggunakan symbol-simbol sesuka anda sendiri.

d. Bagaimanakah andaikata tikus yg digunakan sebagai induk itu dikawinkan dgn tikus yang double resesif?

Oke

Banyak omong dimulai..

Tau nggak, ulangan mid kemaren, untuk pelajaran biologi, dengan suksesnya Angga mendapat nilai 29!

Oke 29, bukan 92..

Perlu diketahui nggak usah dicatat, untuk pelajaran biologi, gue rada nggak seneng sama pelajaran ini.

Emang, itu tuh ilmu alam, tapi yang bikin males itu kalo udah belajar fenotip genotip.

SUMPAH AMIT-AMIT BELAJAR MATERI INI.

Nggak asik, buat apa coba masuk sekolah ANALIS KIMIA kalo belajarnya biologi? Mending mikrobiologi. Kerenan dikit, soalnya teori, langsung praktikum. Nah kalo belajar fenotip genotip? Mau apa ngawinin tikus putih sama tikus albino? Mau nunggu mereka kawinan dulu, jih males gue mah.

Buat gue, biologi itu nggak begitu penting. Tujuan hidup gue bukan ke arah biologi itu. Kalo biologi yang masih mudah dicerna sih gue masih nerima.. Kaya kenapa bakal ada pemanasan global? Nah itu materi biologi yang seru, soalnya menyangkut dunia sekitar. Nah fenotip genotip? Untuk apa coba? Buat nanti cari calon istri biar tau keturunan yang dihasilkan kaya gimana, warna kulitnya apa, dll. Sama sekali nggak penting deh!

Terus terus, nih materi dari SMP nggak pernah bisa dicerna. Jadi kesimpulannya bukan salah gurunya. Berarti.. Otak gue dong yang bego? Hadooooh, kok bisa sih? Tapi beneran sumpah fenotip genotip itu materi nggak penting buat seorang Angga.

Amit-amit pokonya..

And 1 lagi, emang ada gitu ada tikus albino? Sumpah baru denger dah..

Baca deh dari organisasi.org :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

13 thoughts on “Fenotip Genotip.. Gak penting!

  1. wkwkwkw…
    kirain dapet nilai 92…
    ayo duong. kejar nilai yang segituh.
    he..he..he..

    Angga: Pelajaran yang lain sih on fire ngejar 92 bahkan 100.. Tapi kalo yang ini nggak ada semangetnya :P

    Like

  2. Hahahah… biologi…
    uhh… pas SMA dulu, smua sub-mata pelajaran IPA adalah yg kubenci, apalagi kimia…kalo pelajaran biologi mah sukanya pas bahas masalah reproduksi gitu :mrgreen:

    Angga: Hahahahahaha.. Parah parah..kalo kimia mau nggak mau harus suka, biar kerjanya banyak duit :b

    Like

  3. M P U Y says:

    huahaahhah..!!

    slameet .. slameet ..

    nilai gw juga indah.

    42 !!

    emang e*k tuh plajaran.
    cidanghiang pisan lah~~

    Angga: Yeks menjijikan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s