Dibalik Sosok Seorang Papa

Sekarang, gue lagi di kamar, headset kepasang di kuping, lagu ayah – ebiet g ade. Gue baru baca notes temen gue yang kali ini ngebahas tentang ayah.
Iya ayah, atau gue selalu sebut beliau papa. Isinya? Luar biasa nonjok. Gue tulis ini dalam keadaan nangis, dan gue ga tau harus curhat sama siapa. Cuma blacko dan blog gue yang tau apa perasaan gue kali ini.

Papa. Kalau aku nanti udah lulus dari sekolah dan pas papa ada di hari wisuda aku, ga bisa kebayang kalau perjuangan selama ini untuk bayar semua jerih payah papa, ngebiayain semua uang sekolah. Dan papa disana hanya bisa bilang, ‘Selamat nak. Tugas kamu masih panjang. Papa selalu dukung kamu.’ Tahukah pah, dulu ketika aku baru masuk sekolah ini, aku juga nangis, aku ngeliat semua orang kumpul sama keluarga, saat itu papa (juga mama) ga ada di tempat, aku nangis, ga bisa ngebagi kegembiraan ini sama kalian. Disisi lain, aku berusaha tegar untuk ga nangis. Karena aku tau, diluar sana papa lagi banting tulang demi semua ini.

Aku masih ingat, ketika aku naik sepeda roda empat, papa yang selalu bilang, ‘coba ini, kamu bisa.’ saat itu mama tidak mengizinkan aku buat mencobanya, ya aku masih terlalu kecil. Tapi apa yang papa lakukan? Papa percaya bahwa aku bisa dan ternyata bisa. Saat itu betapa senangnya hati beliau melihat jagoan kecilnya sudah bisa naik sepeda.

Dan juga, malam ini, ketika aku memutuskan untuk tidur lebih awal karena sakit flu, apa yang papa lakukan ketika baru pulang dari kantor? Papa langsung menanyakan kegiatan yang aku kerjakan hari ini ke mama. Begitu mendengar aku sakit flu, papa langsung masuk ke kamarku dan tanya aku sakit apa? Seketika itu papa langsung pergi lagi dan bawa vitamin c sama obat demam flu. Jam 10 malam lewat ini. Papa sadar kalau aku terlampau capek, tapi aku tetap paksa sekolah. Papa sekali lagi bilang, ‘jangan pikirkan nilainya..’.

Juga saat aku ingin keluar malam untuk hunting foto, papa selalu melarang, tapi ketika aku memaksakan pergi dan pulang, papa memarahi aku dan aku pun kesal. Padahal aku tau, kalau ia tak ingin aku bergaul dengan kehidupan malam itu.

Dan saat aku bilang, ‘Pa uang bayaran kurang sejuta.’, papa hanya bisa memejamkan mata dan mengkerutkan keningnya di ruang tamu. Aku tau semua itu pa, aku melihatnya. Karena aku sayang papa. Yang aku bisa kasih adalah nilai yang sangat mengecewakan, tapi aku sudah sangat maksimal pa, setiap malam aku berdoa sama Allah, ‘Ya Allah bantu Angga melewati semua ujian ini.’. Papa tetap tersenyum dan bilang ‘lakukan lebih baik lagi.’

Saat ini, aku hanya butuh mereka berdua tetap ada disampingku sampai aku bisa melihatku sudah jadi seseorang, Ya Allah.

*saat ini gue lagi stres berat setiap mengingat ujian, hanya mereka yang buat gue kuat dalam melewati semua ujian ini*

11 thoughts on “Dibalik Sosok Seorang Papa

  1. Fatimah says:

    Huaaa….
    Jadi ingat ortu nih.
    Smangat, ya bro!
    Brusaha lebih maksimal lagi.
    Fatimah doain supaya lebih sukses ke depan_ny.

    BANZAI!!
    GANBATTE!!!

    Like

  2. hmm jadi kangen papah
    tersadarkan akan jerih payah yg selama ini slalu berusaha untk anaknya

    mari berusaha belajar untuk dapetin nilai tertinggi, sebagai hadiah utk mama papah

    selamat berjuang
    moga sukses

    Like

  3. angga… kau sukses bikin gw berkaca2 nih… ayo tanggung jawab!! hiks, hiks…

    yah, namanya juga orang tua… selalu sayang lah sama anaknya… mangkannya angga juga harus sayang sama mama – papa ya…

    Semangat terus angga!! do ur best!!! fighting!!!

    Like

  4. Aduh Angga papamu sayang banget sama dirimu, jadi sayangilah mama papamu. Ujian jangan dibuat stress, biasa saja, belajar teratur, makan makanan bergizi, olah raga, istirahat cukup, refreshing juga, dan berdoa. Semoga sukses Angga, Good Luck!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s