Miss Banci 2010: “hayu-sini-aku-cium-kamu”

Gue punya kelamin. Eh iyalah… Maksudnya gue punya ketakutan selama ini, yang mungkin gak pernah disangka sama semua orang. Banci, kecoa terbang, dan darah. Oh oke, kalau darah mungkin orang bisa maklum ya karena gue gak gitu suka melihat kekerasan dalam rumah tangga (alah alesan). Tapi untuk dua hal yang lainnya, gue gak punya alesan lagi, yak mereka berdua memang diciptakan sangat sempurna (untuk membunuh gue). Kecoa terbang? Body yang gak aerodinamis, parfum murahan yang baunya gak sporty, dan terbangnya sangat labil adalah kekuatan sinting yang totally serem parah. Banci? Sekalipun cantik tetep bagi gue mereka horor. Kenapa? YAK, GUE BARU AJA DIKEJAR ‘BELIAU’.

Kampret dioksida, sialan trimonyet, najis tetragembelet.

Sesungguhnya jalan Tronojoyo ini sangat aman, tetapi setelah ketemu dia…

Well, kita bertemu di perempatan CSW (Centrale Stichting Wederopbouw) yaitu tepatnya di depan sekretariat ASEAN. Eh tunggu, najis amat ‘kita’? Kesannya udah kaya bersama-sama menjalin kasih dan cinta. Oh oke, biar dia seneng dikit deh.. Waktu itu jujur gue lagi capek banget. Abis bikin 10 pereaksi yang bahan-bahannya gue harus cari di gudang, bulak-balik, perlakuan khusus pereaksi, dll dah pokonya cape banget, lagi jalan gitu feeling gue gak enak. Bukan, gue lagi gak mau boker di pinggir jalan. Bukan juga gue mau bugil ditengah jalan. Tapi orang arah berlawanan di depan gue, ketawa, pasang muka hayu-sini-aku-cium-kamu, mulai jalan cepet ke arah gue. 5 detik pertama gue mulai ilfil sama ufil gue *oh sorry, waktu itu emang lagi ngupil*. 5 detik berikutnya tiba-tiba dia makin cepet jalan agak lari ke arah gue sambil bilang “HAYOOO HAYOOO MAU KEMANAAA….”

Seketika itu juga, gue sadar kalo gue pake celana dalem kebalik.

Eh bukan, langsung bilang “Monyeeet  banciiiiiiii!!!” (Ini monyet apa banci sih? Labil banget lu ngga)

Gue. Refleks. Lari.

Gak mikir lagi, gue nyebrang yang tujuannya biar si banci gak bisa ngejar gue. Eh dasar emang badan cowo plus kekuatannya juga cowo, dia gak kenal nyerah. Anjir ini gue meninggal ditempat kalo sampe dicium tuh banci, mukanya udah mupeng banget. Otak matematika gue jalan, ketika sin cos tan bertemu, akan terjadi cinta segitiga diantara mereka. Eh nyambung ga sih? Ah begooo, pokonya gak mikir lagi, gue lari sekenceng-kencengnya sampe akhirnya doi berenti di lampu merah.

Gak mikir lagi (lagi (lagi (lagi) ) ), gue ambil kamera pocket dari tas dan jengjeeeeng.. Inilah bancinya huahahaha…

Hantu siang bolong -___-“

So, mulai sekarang pakailah celana dalam dengan benar agak terhindar dari banci-banci yang eksis gilllla di Jakarta ini. Hell yeah!!

perempatan jalan antara Kejaksaan Agung/PLN Bulungan/ASEAN

4 thoughts on “Miss Banci 2010: “hayu-sini-aku-cium-kamu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s