Sebuah Catatan yang Tertinggal

Apalah arti hidup kalau kita tidak mengenal satu sama lain, mengerti, dan menjalani hidup ini bersama-sama. Apalah arti menjalani hidup jika kita tak tahu siapa dan apa tujuan kita diciptakan di dunia ini. Dan apa arti menikmati kehidupan jika kita tidak mensyukuri  apa yang diberikan oleh-Nya? Sebuah perbincangan dengan orang rumah yang sangat gue cintai membuka suatu misteri yang mungkin sampai sekarang masih tetap menjadi misteri. Sebuah kesalahpahaman yang mungkin juga bisa diperbaiki segera asal jangan sampai belum berakhir pada kematian.

Ya, mungkin posting kali ini kalian ngerasa bingung, dimana Angga yang gokil, caur, bego dengan cerita-ceritanya? Maaf guys, saat ini gue lagi ngetik dalam keadaan nangis. Alasannya gue juga bingung, yang jelas dari waktu solat tadi air mata  gue ga berenti turun, ngalir deras banget tanpa bisa gue kendaliin. Masalah yang akhirnya gue ketahui akarnya dan semoga bisa segera diperbaiki. Ini sih menyangkut masalah pribadi, ya mungkin kalian juga gak mau tau dan ga perlu mikirin. Tapi inilah masalah terbesar dalam hidup gue, yang kalau masalah ini selesai, gue bisa menyatakan dengan tegas, “Gue Udah Dewasa!!”. Masalah sangat kompleks yang menyangkut kehidupan gue.

Dimulai dari 1 November 2010, saat semuanya berubah. Ya, masa PKL. Masa-masa yang seharusnya sangat indah. Lepas dari PR, Ulangan, Tugas, bahkan lepas dari yang namanya tugas pelajar. Masa-masa menikmati buah kerja keras selama menimba ilmu 3,5 tahun di SMAKBO. Masa-masa inilah gue bisa aplikasiin ilmu yang gue peroleh ke dalam dunia kerja. Tapi inilah awal pelajaran sesungguhnya, pelajaran tentang arti kehidupan, pelajaran tentang memaknai, mengerti, dan berusaha memaklumi apapun yang kita terima dalam kehidupan ini. Pelajaran tentang kehidupan.

Tepat esoknya, sebuah hari besar yang gue tunggu setiap tahun datang, ya, hari ulang tahun gue. Awalnya sangat indah,  begitu banyak orang yang mengirimkan post di facebook, sms, dan ucapan selamat ulang tahun. Orang tua, adik, kakak, saudara, teman, mantan, dan semua mengingat hari bersejarah itu. Tetapi ada seseorang yang sangat gue tunggu-tunggu mengucapkan “happy birthday” tidak ingat sama sekali (atau mungkin lupa karena kesibukannya). Ya, orang itu sangat bermakna di hati gue. Dari kecil, gue selalu menanggap dia adalah orang tua gue, karena perhatiannya, pertolongannya, semuanya telah dia berikan ke gue. Ya, beliau adalah pahlawan gue, pahlawan kedua setelah orang tua. Ulang tahun kali ini sangat nggak spesial tanpa ucapan darinya.

Hari itu gue begitu kesel, sedih, dan banyak diam, padahal semuanya seharusnya indah. Gue masih bertanya-tanya pasti masalah ini ada pada sikap gue yang nggak berkenan di hatinya. Sejak saat itu, gue jadi miss communication, gue selalu berpikiran semoga beliau lagi sibuk, jadi gak bisa bales pesan dari gue. Yang jelas, sekarang ini gue sangat kangen bisa ngobrol dengan beliau, pengen cerita-cerita lagi, dapet ilmu, pokoknya semuanya. Mungkin saat ini suatu masalah masih mengganjal dihatinya, sebuah keputusan tentang dimana gue tinggal saat ini. Tapi percayalah, orang-orang sini udah lama memaafkan dan tidak mengingat persoalan yang dulu sekali. Setiap orang, memang pernah punya kesalahan. Apa ada orang di dunia ini yang selalu bersih dari kesalahan? Ya, inilah kehidupan. Harapan terbesar saat ini, keadaan antara angga, beliau-yang-sangat-kuhormati, dan orang sini bakal bersatu, seperti arti sesungguhnya bahwa kita adalah saudara. Itu cuma harapan, tapi setidaknya harus punya harapan walaupun pasti sulit untuk mendapatkannya. Harapan butuh perjuangan, dan If There’s A Will, There’s A Way.

When a family is our nearest place, it can be the place where we share our deepest secrets and stand the most exposed, a place where we learn to feel distinct without being better, and sacrifice for others without losing ourselves.

Jakarta, 12 Desember 2010, 19:06

2 thoughts on “Sebuah Catatan yang Tertinggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s