Nyemplung di Danau Situgede

Heyyoh semuah! *dadah-dadah ke kamera webcam*

Minggu, 16 September 2012. Fix, resmi, jadi, cocok, apapun itu namanya, gue jadi anak lumpur. Dirt Boy, keren ya istilahnya. Bukan Dirty Woman atau Dirty Bad Woman, entar malah dikira gue jadi artis porno yang “gituan” sama bebek danau lagi -__- Tapi juga kalian jangan mikir kalau gue itu berubah jadi manusia yang berlumpur dosa (itu berlumur ya?). Ah sudahlah, apapun itu gue merasa keren dan naik 100% kadar kegantengan setelah tau kalau lumpur itu adalah sesuatu yang bikin menderita disaat fieldtrip kaya gini: Gue tenggelam, Kaki gue luka, dan bengkak gara-gara kena kerang. Gak ada hubungannya sih antara kerangkangan, eh kerang-kerangan dengan luka. Semua terjadi begitu saja. Seperti gue yang dilahirkan dengan muka yang terlalu tampan :’)

Bawa-bawa paralon, ember, dan muka baru bangun tidur

Praktikum Ekologi Perairan. Mata kuliah yang mengajarkan tentang hubungan secara biologi antara organisme dengan lingkungannya. Praktikumnya? Hari Sabtu! Say goodbye deh dengan weekend. Say goodbye juga dengan usaha lepas-dari-predikat-cum-laude-jombloselama 4 tahun ini. Yap, gak ada MALEM MINGGU, yang ada SABTU MALAM….. *nangis*

Keliatannya sih hangout, taunya bau jenglot. Sumpah, bau hanyir abis -__-

Praktikum Ekoper aslinya dilakukan hari Sabtu, tapi kita harus sampling dulu buat sampelnya. Karena sekarang lagi materi perairan tergenang, maka danau lah ekologi yang akan diteliti. Gak tanggung-tanggung, Danau Situgede tempatnya. Danau yang sering jadi tempat terindah buat para alay untuk menjalin kasih, berpacaran, dan bermain bersama bebek-bebek gowes yang nyawa sang penggowes tidak terjamin. Danau yang selalu gue jadiin objek sebagai toilet darurat. Okesip -___-

Muka baru bangun tidur dan masih ileran

Danau itu aslinya dangkal, cuma tidak berlaku bagi yang berperut buncit dan berat badan diatas 80 kilogram. Jeblos di lumpurnya! Lihatlah foto diatas, gue (yang paling ganteng, cari aja) dan belakang gue Dio (yang mukanya mirip objek berbentuk tabung berwarna putih disebelah kirinya, cari lagi). Aslinya, Dio itu sepundak gue tingginya. Tapi disini? Gue tenggelem -___-

Ngukur kedalaman danau di stasiun 1, dimana lumpur masih sangat minim

Entah kenapa, di Danau ini gue merasakan mejik yang luar biasa, gimana engga? Gue ngeliat ular kadut, tapi gue malah berharap ular itu masuk zona penelitian gue (yang di kotak putih itu). Karena gue frustasi gak nemuin ikan atau udang yang ada disitu. Padahal aslinya? Uler tetaplah ular yang mengerikan. Kuampret! Ini kayanya gara-gara gue yang terlalu hiperaktif joget-joget dan renang-renang yang ngebuat rusuh doang, jadinya ikan kabur -__- Maaf ya ikan-ikan, habitat kalian telah aku kentuti :’)

Kabut aja masih ada, apalagi iler?

Ini foto lagi ngukur kedalaman air. Ada peristiwa yang cool parah dimana kita harus ngambil sampel tanah/lumpur untuk nyari plankton dari dasar danau, dengan bantuan pipa paralon itu. Karena lumpur yang narik jauh-jauh kaki gue ke dasar danau, jadinya gue harus trappen (ngambang) di air. Karena gue ganteng, maka gagal lah aturan trapen itu tadi. Yap, gue tenggelem. Dan minum banyak sekali air berwarna coklat itu. “Fakyu!!! Fakyu!!!” itu yang gue ucapin pas dalam keadaan panik. Nah, siapa coba yang mau bantuin gue dari keadaan kaya gitu? Yang ada malah pengen buang gue ke dasar danau kali ya hhhhh -___-

Akibatnya, kaki gue luka karena kena kerang. Ini akibat panik dan kaki gue nendang-nendang dasar lumpur. Indah ya :)

Pulangnya, badan gue basah dan naik motor ke kampus sambil basah-basahan. Bener-bener gila dah wkwkwk diliatin sama warga sekitar, dan pikiran gue cuma satu: “Who the fak are you?! Gue cuma ketemu kalian sekali seumur hidup! HAHAHAHA”. Idiot sih emang, tapi ampuh kok buat ngatasin malu karena bau :’)

***

Jadi, itulah fieldtrip pertama gue di IPB bareng-bareng keluarga ITK 48 :) Oiya, gue lagi deket-deketnya sama keluarga gue yang satu ini, entah karena apa, gue merasa betah disini hehehe dan satu lagi oleh-oleh dari sini: Baju gue bau ikan dan celana training punya Fadhli banyak lumpurnya! Hahahaha sabalyaw Fad :))

3 thoughts on “Nyemplung di Danau Situgede

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s