Gudeg, Batik, Kraton, I’m Coming Jogja!

Yeah, dalam rangka One Month Challenge yang dibuat diri gue sendiri yaitu 2 posts in a day, maka dengan ini resmi gue menepati janji kepada Ka Iwan Setyawan! Huahaha crazy challenge, lumayan bikin panik tapi gue berharap di bulan depan bakal ngomong, “Gila, gue bisa bikin 60 posting dalam 1 bulan! Oh man, this is crazy!” Ini yang belum pernah gue lakukan sebelumnya. Tantangan, satu hal yang selalu hilang saat satu tujuan telah tercapai. Ujian Akhir Semester telah selesai, liburan tiba, dan tantangan ini muncul. I AM READY!

Oke, gue pernah janji kalau bakal bikin posting tentang perjalanan ke kota Sultan (versi Fadhli), 9 orang jurnalis dari UKM Koran Kampus IPB, UKM paling gelo sepanjang buang hajat, UKM paling bikin ngecrit kalau mau seru-seruan, UKM paling toplah se-Dramaga-Bali, melancong dengan nama STUDI BANDING. Dengan soundtrack perjalanan Studi Banding dari Rumor yang pas parah sama perjalanan kita, berangkatlah kita bersembilan dengan mobil super legaaaa, super luasss, main futsal aja gue rasa bisa di dalem mobil ini, Daihatsu GranMax. Aku hanya study banding, study banding~

IMG_0097

Mobil yang luasnya bisa sampai dipake buat main futsal…

Gue sebagai Navigator (kalo kata Fadhli sih: Na-FAIL-gator) yang selalu duduk di depan menemani ‘the only one’ supir yaitu anak pak dekan Thony. Di bangku tengah, ada Anik-Nana-Erma atau Anik-Erma-Nana atau Nana-Erma-Anik atau…. ah pokoknya tinggal cari peluangnya aja lah pake kombinasi, bebas. Di bangku belakang ada Fadhli-Jihad-Adhiet-Masjawa yang selalu bilang, “Tooot jangan kenceng-kenceng tot mabok aing!” karena Thony yang bawanya brutal sampai pernah mencapai 170 km/jam di tol Cikampek yang kosong parah hahaha… Memang, ide naik mobil dan hanya punya 1 orang yang bisa nyetir dari 9 orang itu adalah hal yang sangat brilliant! Sampai-sampai di Jogjanya pun masih tetep si Thony yang nyetir! Huahaha konon, Wilaga yang tadinya bakal gantian nyetir sama Thony gak jadi ikut karena gak boleh sama mamah :( Huft, cabal yah wilaga :( HAHAHAHA *cant stop laughing*

Perjalanan gila kita dimulai dari Dramaga, tepatnya rental mobil di Bumbu Wangi. Gue sama Fadhli dari kosan, naik ojeg bertiga dari Perumdos sampai sebelah SC sekitar jam setengah 6 pagi. Di Babakan Tengah, ketemu 2 monster jomblo: Masjawa dan Thony yang jalan kaki menuju lokasi rental. Disana ada Ka Farid yang gak ikut karena nemenin Dita dan akan kencan. Huft :( hahaha *kabuuuur*… Kita start Dramaga, langsung masuk TOL BORR, Tol Jagorawi. Santai berjalan terus, kita kehabisan bensin. Keluarlah kita di pintu tol Citeureup, dan isi bensin sampai full. Abis itu, kita melaju lagi di tol… dan di dalam tol menuju masuk tol cikampek, mobil yang lagi melaju kencang di sebelah kanan tiba-tiba harus bermanuver.

“TON! BELOK KIRI!” celetuk sang NaFAILgator, Angga.

Seketika itu juga, mobil berbelok sangat riang gembira, seperti halnya bajay yang belok secara tiba-tiba, like usual lah… Saat itu, cuma Thony dan Allah yang tahu nyawa kita berdelapan mau dibawa kemana, juga beberapa orang didalam mobil di belakang kita, yang menyaksikan kita bermanuver sangat bajay di pintu keluar TOL Jagorawi menuju TOL Cikampek. “Oke”, tiba-tiba Thony mengeluarkan suara -70dB. Suara yang intensitasnya sangat santai, seperti intensitas suara orang ngobrol di dalam kantor. Thony, you’re drunk.

***

IMG_0118

Pemandangan sepanjang perjalanan yang Indah banget, Indonesia! I’m ngecrit!

“Kita dapat salam dari Indonesia!”

Seperti halnya 5 sekawan dalan film 5 cm, cuma bedanya kita pake acara sedikit nyasar, sedikit masuk hutan, sedikit ketemu “re-routing navigation“, tetapi sedikit juga kita merasa menyesal telah nyasar. Lebih tepatnya bukan nyasar karena ini jalan pintas. Menurut Angga Dwi (2012), Jalan Pintas adalah jalan yang dilalui saat orang melalui jalan yang tidak sesuai dengan yang terdapat di peta navigasi. Dan inilah akibatnya, Pemandangan yang DHUARRR! Matek! Indah banget, contohnya foto diatas, itu adalah pemandangan Pegunungan Gn. Slamet. Bisa lihat ada “hidden mosque” disana? Keren kan gue? Oiyalah ganteng gini. Oh, sebenernya itu hoki aja ngambil fotonya haha *digampar om Arbain Rambey*

Bukan berarti kita nyasar, ups sori, lewat jalan pintas ngga ada kendala sama sekali. Banyak yang jadi resiko kegembelan seorang NaFAILgator yang membawa sesat si GranMax ini ke jalan yang nista. Seperti contohnya ini, lewat jalan tol B*krie di Cirebon yang harganya bisa bikin naik haji berkali-kali. Kalau sampai orang itu jadi presiden, gue minta balik duit 21 ribu itu. F*ck man! Hahaha

IMG_0067

We pay this shit road for 21.500 and got ‘awesome’ guide.

IMG_0071

A guide, to hell.

And yeah, GPS tidak memberikan keterangan jalan itu mahal, jalan itu jelek, jalan itu macet, dan sebagainya. GPS juga gak bisa disalahkan, GPS hanya sebagai navigator, kalau kalian masih nyalahin GPS, yaudah GPS terima. GPS bisa apa :( Hahaha no, itu lebay. Ga ada yang salah, karena itu semua bikin kita senyam-senyum sendiri kalau diinget-inget lagi. Fantastic journey! Fantastic nyasar!

***

IMG_0077

And f*ck! Lagi-lagi kita anti mainstream dalam memilih jalan. Si NaFAILgator yang tampan itu masih saja memberikan jalan-jalan “alternatif” yang oh yes, awesome. Awesome dude! Kalau sampai gue kenal siapa si NaFAILgator itu, udah gue cabutin bulu idungnya kali. Kita milih dari keluar tol Cirebon ke sebelah kanan, sesuai petunjuk jalan. Oh yeah, padahal tadinya mau lewat pantura, ke Semarang. And then, kita belok kanan. Lewat jalur tengah pulau. Oke, sejauh ini bener. Lewatin Bumi Ayu, Puerto Rico (baca: Purwokerto), Banyumas, Kebumen.. dan di Kebumen inilah kita menggila. BELOK KANAN.

Which is, jalur selatan. From North to the South.

Jalur Daendels, begitu kata saudara gue bilang. Jalur yang biasa dilewatin orang Cilacap yang mau menuju Jogja. Jalur yang kata saudara gue “Siang aja orang gak berani lewat situ, serem!” dan kita lewat situ sekitar jam 7 malem. F*ck this sh*t, really awesome choice NaFAILgator! Jalan yang rusak, berbatu, dan gelap. Jalur sepi, yang berjarak 500 meter dari pinggir laut selatan. Jalur yang………

ADA POCONG DI SEBELAH KANAN KIRINYA JALAN.

“WHOAAAAA! WHOAAAA! POCONG!!!” oh yeah f*ck me yeah. Ada pocong dong dipinggir jalan. Iya pocong, pocong yang mejeng di pinggir jalan. Pocong yang terbuat dari karung dan diikat ke batang pohon! Mirip pocong, ada tali pocongnya juga. Dan dibuat semirip mungkin dengan pocong. Fakyu bro, fakyu banget! Sukses membuat gue ee di mobil. Damn, berwarna banget perjalanan kita! Hahaha

***

Finally, Jogjakarta Hadiningrat. Perbatasan Jawa Tengah dengan Jogja adalah sebuah sungai yang seelah kita lewatin sungai itu kita teriak “Jogja!! Jogjaaaa!” Seru abis, apalagi sambil buka jendela hahaha unforgetable moment parah. Jogja dimalam hari yang indah banget. Kita langsung ke alun-alun, makan. Terakhir makan, jam 12 siang, di Cirebon. Sekarang jam 10 malem. Oke, berat badan gue turun 1 ons. Kita makan wedang ronde, nasi goreng, sama mie rebus. Hujan menyambut kita malam itu di Kotanya Sultan. Bukan Sultan Djorghi lho ya -__- Sri Sultan Hamengkubowono. Setelah makan beres, kita langsung menuju rumah. Rumah tantenya Erma dulu, baru gue nginep di rumah Eyang Dady di Wirobrajan. Disambut tante Hani, kita langsung tidur sampe mangap 30 sentimeter.

IMG_0183

Ceuk orang Sunda mah ieu teh Sekoteng!

Yo, itulah perjalanan Korpus IPB menuju Jogja. hari Pertama beres! masih ada 4 hari lagi yang akan berlanjut. Saya, Angga Dwi sang NaFAILgator, salam, esceteve…

4 thoughts on “Gudeg, Batik, Kraton, I’m Coming Jogja!

  1. wilaga says:

    aku wilaga-si-peserta-ga-ikut-karena-ga-boleh-sama-mamah. ah, jadi iri ama kalian :( ayo jalan lagi! sawarna? mantap betul itu laut

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s