Review Film 9 Summers 10 Autumns: The Movie

Tabik! Selamat datang film baru dimasa keemasan film Indonesia. Sebuah film brilliant dengan cerita kebangkitan yang dilengkapi dengan rasa motivasi yang indah, membuat gue yang jiwa melankolisnya berteriak, seolah mengisyaratkan kalau film ini sangat menginspirasi sekaligus menyesakkan dada. 9 Summers 10 Autumns.

9 Summers 10 Autums The Movie 4

Seluruh kru dan pemain 9 Summers 10 Autumn memberikan sambutan buat undangan gala premier! Woohoo

Tidaklah gue pantas buat mengkritik teknis sebuah film, karena gue bukanlah ahli perfilman. Tapi untuk urusan alur cerita, bolehlah berdiskusi dengan gue. Apalagi tentang keluarga, ahh keluarga memang indah, seperti yang berada pada film ini. Mas Iwan Setyawan, atau keluarga memanggilnya Bayek, adalah anak seorang supir angkot yang hidup di Batu, Malang. Bayek melanjutkan kuliah di IPB dulu, sebelum akhirnya pergi berlayar menjadi seorang direktur di New York! Tentu tidak semulus dan sesingkat seperti yang saya tuliskan dalam 3 kalimat diatas, karena perjalanan seorang Bayek sangatlah penuh perjuangan.

Ibuk, Bapak, dan keempat orang saudara perempuan dari Bayek. Merekalah yang membuat semuanya ini terlihat indah. Sebuah cerminan keluarga Indonesia yang hangat, tetap memunculkan paradigma lama orang Indonesia: laki-laki cari uang, wanita di dapur. Ya, saya melihatnya secara jelas di film ini. “Bogor gak butuh kamu, keluarga ini yang butuh awakmu!” begitulah kata Bapak kepada Bayek saat memberi tahu ia diterima di Jurusan Statistika, IPB.

Menghidupkan Kehidupan.

Sekali lagi, alur bulak balik yang tidak lempeng sepeti film kebanyakan membuat film ini memiliki nilai yang lebih. Akting pemeran yang seluruhnya perfect, memunculkan kesan yang pas. Adegan-adegan favorit saya seperti saat Bayek berpelukan dengan Ibunda, saat masalah datan bertubi-tubi, semuanya terlihat sulit. Sangat menyentuh! Saya sampai nangis :)

9 Summers 10 Autums The Movie

Ibuk,

Dan juga… Scene bagian pembuktian Teori Central Limit! Wiiiih.. walaupun kemarin nilai mata kuliah Metode Statistika gue A (ceritanya sombong padahal cuma hoki hahaha), gue akui teori ini seperti bahasa alien. Bayek memang jenius! ;) Dan gue rasa, film ini satu-satunya film di Indonesia yang menjabarkan secara jelas penyelesaian soal teori central limit ini. Bener-bener ditulis, jelas banget. Mungkin ketika ujian matematika nanti, gue akan sering-sering nonton film ini, siapa tau soalnya sama.. Hahaha *keplak*

9 Summers 10 Autums The Movie 7

Ini scene paling gila! Sebagai mahasiswa IPB juga saya mengakui ini soal dewa parah hahaha

Oiya satu lagi, adegan saat Bayek di wisuda! Ah, gue hanya bisa diam dan menitikkan air mata. Gue langsung teringat mama. Rasanya ingin sekali cepat-cepat lulus dari tempat kuliah yang sama dengan Mas Iwan ini, IPB, agar bisa berfoto dengan mama bersama dengan toga. Benar-benar gue dibawa masuk kedalam cerita film ini.

9 Summers 10 Autums The Movie 2

Logo dan toga itu………. *nangis*

Buat gue yang sudah “khatam” buku 9 Summers 10 Autumns sejak jaman asrama –ketika Mas Iwan hadir dalam acara di GWW IPB sebagai pembicara, dan juga sudah mengetahui perjalanan Mas Iwan langsung secara dekat, rasanya film ini sangat pas, mirip seperti cerita aslinya. Dan alur cerita yang bulak-balik (antara New York – Batu, ataupun Bogor) memang sangat brilian. Film yang dibuat dengan setting jadul (jaman dulu), yaitu ketika gue melihat bebek honda jadul dengan colt buat angkot, membuat gue seakan ikut berada dalam masa itu. Buat yang bilang Film yang diangkat dari sebuah novel itu pasti kurang keren, rasanya lo harus nonton film ini. Karena Mas Iwan ikut berperan dalam pembuatan film ini.

Perfect, Inspiratif.

Rasanya, jika saya diizinkan untuk membuat rating dari 1 sampai 10 saya akan memberikan nilai 9. Ah seharusnya 10, karena saya tidak menemukan adegan gokil seperti yang sering Mas Iwan ceritakan dalam talkshow, berbahasa Inggris yang penuh dengan “F words” dan berbahasa Inggris pula setiap ngobrol dengan temannya, sekalipun itu di warteg. Tapi biarlah, biar film ini menjadi milik keluarga Indonesia, yang terbebas dari ajaran “what the ****” millik mas Iwan! Hahaha :) Film ini tidak menjual kesedihan, tapi memunculkan inspirasi dan menunjukkan arti cinta di keluarga.

“Aku tak bisa memilih masa kecilku, tapi masa depan itu kita sendiri yang melukiskannya….”

So, tunggu ya premiernya tanggal 25 April 2013 di bioskop seluruh Indonesia! Gue akan nonton lagi bersama Mama, Papa, kakak, dan adik, agar semakin memaknai apa arti “keluarga” kita :)

Salam Apel! Salam cinta buat semua keluarga di seluruh Indonesia :)

9 Summers 10 Autums The Movie 3

Bersama Ihsan Tarore, pemeran utama film ini. Bayek Besar!

9 Summers 10 Autums The Movie 5

Dan ini, foto bersama Bayek Kecil! :)

9 Summers 10 Autums The Movie 6

Foto di angkotnya Bapak! Hahaha bersama Kang Harris dan Mba (mimin @9S10ATheMovie) Satya :))

5 thoughts on “Review Film 9 Summers 10 Autumns: The Movie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s