Mencintai, Tidak Bisa Menunggu

Sebuah judul yang pas rasanya ketika keadaan jauh, tak tampak, dan rindu menyerang saat rasa itu tiba. Kalimat pada judul ini dibuat oleh Mas Iwan Setyawan, dan pertama kali saya membacanya saat meminta tanda tangan beliau di buku keduanya, Ibuk. Rasanya, tiada lagi hal yang pas untuk menyatakan bagaimana kondisi saat ini sekarang.

Janganlah simpan kata cinta dan sayang pada orang tersayang sampai ia meninggal dunia, pun akhirnya terpaksa catat kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mencintai, tidak bisa menunggu :)

***

Note: menikmati kesendirian sambil terus ditemaninya di kepala ini. Tak hanya buat beliau, tetapi juga buat kamu. Sampai jumpa lagi, lama tidak bertatapan.

7 thoughts on “Mencintai, Tidak Bisa Menunggu

  1. Tina Latief says:

    aku belum baca novel ibuk, baru baca yang 9 sum 10 aun…
    bukan bahasa novelis banget sih menurutku, tapi bagus sistematikanya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s