You Can Do It

Terkadang, kalau kita mau mulai sesuatu pasti bertanya dulu dan mendengar kata orang. Terlebih lagi jika tujuan yang ingin kita lakukan adalah jalan menuju mimpi kita. Banyak masukan, pendapat, saran. Ada juga celaan, tertawa sinis, dan dijatuhkan. Istilah kerennya: Motivator vs Demotivator. Pendapat baik biasa kita terima dari Orang Tua, sahabat, teman kosan, ibu warteg, dan lain-lainnya. Pendapat buruk biasa diperoleh dari seseorang, bernama haters.

Contohnya, mimpi gue adalah S2-S3 ke luar negeri. No matter what, gue pengen S2-S3 di University of Liverpool. Dan melanjutkan hidup sebagai Dosen di Perguruan Tinggi Negeri sampai menjadi professor. Panggilan hati :)

Banyak yang berpendapat, gue gak cocok jadi dosen, dosen gajinya kecil, lama kayanya, dan lainnya. Ada lagi yang suruh gue berkaca: berapa IPK gue? Sampai 3,50 aja enggak! Syarat mau jadi dosen harus punya IPK 3,50 di S1-nya. Tapi itu semua bukan masalah, ada kemauan disitu ada jalan.

Man jadda wa jada.

Gue adalah anak dari pasangan suami istri yang keduanya guru. Mungkin berkah dilahirkan sebagai anak guru, tahu suka duka jadi keluarga guru. Bagi gue mengajar adalah panggilan hati. Gue belum pernah nyoba jadi pengajar, tapi gue akan coba memulainya semester depan. Terus mencoba sampai bisa.

Sebenarnya, mimpi gue cenderung berubah-ubah. Tapi itu semua sudah gue hilangkan. Mungkin kalau jadinya gue gak jadi dosen, akan ada plan B, plan C, dan seterusnya. Sampai jadi dosen. Jalan Allah memang selalu terbaik. Kenapa gue bilang mimpi itu harus diperjuangkan? Menurut senior gue di Koran Kampus, Wilaga,

Ada orang yang punya cita-cita tapi tidak punya cita-cita: mereka yang punya cita-cita karena melihat pencapaian orang lain keren & menjadikan itu cita-citanya.

Ikut-ikutan: kalo ada pencapaian orang lain yang lebih keren, bergantilah cita-citanya. Ada lagi yang lebih tren, gantilah lagi.

20130812-004019.jpg

Yes, we can do it!

2 thoughts on “You Can Do It

  1. nice movie ever! The Pursuit of Happyness

    sama angga, cita-cita eke juga jadi dosen, nah sekarang sudah jadi dosen eke sebenernya bingung pigimana nih cita-cita udah tercapai haha

    alasan eke jadi dosen:

    – dosen itu keren bisa ngajar trus banyak waktu buat keluarga
    – dosen itu keren bisa ngajar sambil cari sampingan atau punya bisnis sendiri
    – dosen itu keren karena bisa share ilmu ke mahasiswa

    salam dosen *toss :D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s