Masa Kecil, Remaja, dan Dewasa

Masa kecil: “Aku udah gede, ga mau dimarahin mama terus. Mama nyebelin!
Masa remaja: “Aku sebel sama mama. Apa-apa salah. Padahal cuma pulang malam aja tapi dimarahin abis-abisan.
Masa menuju dewasa: “Semua yang mama bilang dulu benar ya… :)”

Tidak ada satupun orang tua yang ingin anaknya gagal. Gagal menjadi anak yang baik, gagal menjaga dirinya sendiri, gagal akan masa depan anaknya. Semua itu gue rasakan saat ini, ketika mama marah (baca: menasehati) ketika gue melakukan kesalahan. Perlahan butiran-butiran kenangan itu makin meresap ke dalam hati, bersatu untuk saling melengkapi cinta yang seutuhnya. Semua milik Allah, maka kita akan kembali kepada-Nya.

“Love what you have, before life teaches you to love what you lost.”

Kata Mas Iwan Setyawan “9 Summers 10 Autumns”: Mencintai, tidak bisa menunggu.
Segera telpon Ibunda dan Ayahanda di rumah, peluk dan cium. Minta maaf. Karena nantinya, kita hanya bisa melihat batu nisan yang terbayang kasih dan sayang mereka kepada kita.

Family is not important thing, because family is EVERYTHING.

20131217-234908.jpg

Ini adalah pertama kalinya (dan terakhir kalinya) gue bikin kue bareng mama. Best moment pisanlah :))

One thought on “Masa Kecil, Remaja, dan Dewasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s