Hanya Tulisan Malam

Seriously, banyak hal yang berubah setelah 2 bulan yang berat ini. 22 Januari kemarin gue udah ditinggal Mama selama 2 bulan. Entahlah apa, rasa sedih ini gak pernah hilang. Kadang bisa ilang, tapi kalau lagi sendiri muncul lagi dan parahnya, bisa gak sembuh-sembuh bahkan sampai gue sakit. Kalau bisa, gue rela nukar apapun yang ada di dunia ini dengan Mama yang balik lagi kesini, dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Gue masih takut gak akan pernah ketemu Mama lagi, sekalipun itu di akhirat. I just miss my mom too much, because I loooove her. Karena itu kali ya gue gak pernah complain kekurangan kasih sayang atau ngebet pengen pacaran hehe

The day after tomorrow. Gue masih kuliah menuju semester 6, IP atau IPK bukan prioritas lagi selain lulus cepet. Gue pengen segera lulus dan langsung S2. Biaya hidup udah susah banget. Uang beasiswa cuma cukup untuk bayaran SPP –bahkan masih kurang. Gak bisa lagi ke Mall untuk sekedar nonton atau main aja. Karena kuliah-pulang-ngajar adek-nemenin adek. Adek yang akan menghadapi masa-masa terberatnya menuju IPA/IPS dan masuk kuliah. Worry too much about my sister’s future, kata temen gue. Untuk saat ini, gue adalah “ibu” dari adek gue untuk tanggung jawab akan masa depannya. I love my sister, just like I love my mom. Gue pengen nunjukin at the end, nyokap akan tersenyum disana karena gue nerusin perjuangannya untuk adek gue :)

Sepertinya, masa senang-senang gue udah berakhir. Sekarang bersisa puing-puing perjuangan yang disusun seperti puzzle untuk masa depan gue. Kata temen gue yang sama-sama asisten, gue sekarang lebih tertutup dan menghindar dari keramaian. Iya juga sih, tapi tetep terbuka kok di blog ini. Entahlah, mungkin gue udah nyaman untuk nulis disini.

Masalah silih berganti, kemungkinan terburuk ada di depan mata. Beruntung gue liburan kesini, diajarkan cara hidup dengan perspektif berbeda. Gue benar-benar butuh hal ini di hidup gue. Terima kasih buat Daddy (actually he is my uncle) dan Tante buat semua wisdomnya malam ini. Memang gue perlu “ditampar” seperti ini seolah berbicara “Wake up you fat boy, wake up!” Kemudian berkaca lagi dengan apa yang selama ini gue pikirkan dan gue lakukan. Ternyata gue masih belum dewasa! Dan memperbaiki diri adalah solusi nomor satu.

Ah jadi ngelantur. Mungkin kalau mama baca udah diketawain kali ini :) Dan…. Kalau nanti ada “mama pengganti”, semoga gak keberatan dengan blog ini ya. Karena Mamaku ini sangat senang dengan blog ini.

Cinere Kamar Atas, 24 Januari 2014 pukul 02.15

Sedang tertampar dan menangis.

4 thoughts on “Hanya Tulisan Malam

  1. emang sih yg udh pergi ga bisa balik lagi. yg sedihnya lgi sedalem apapun kangennya dan seberapa banyaknya tetesan air tangis jg tetep ga bisa ngubah kayak suasana bahagia dulu.

    cuma mau bilang aja: semangat angga. di luar sana masih banyak cara buat ngebahagiain mamanya angga dgn cara enggak sedih terus2an. semangaaat ya. ditunggu lo postingan bahagia plus kabar wisuda tercepatnya :)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s