Day 13: Three Confessions of My Choices

Three Confessions of My Choices, gile emang tantangan hari ini hahaha mau gak mau gue harus mengumbar rahasia gue ke dunia maya! Banyak keputusan yang pernah gue ambil, baik itu keputusan bodoh maupun cerdas. Keputusan bodoh misalnya memutuskan untuk memakai sepatu yang diinjak dan hari itu ketemu komdis, alhasil dikejar-kejarlah gue seharian sama dosen yang pernah mengambil sendal gue sebelah itu hahaha Kalau keputusan pintar, saat gue memutuskan untuk bolos kuliah seharian, ternyata hari itu memang tidak ada dosen yang masuk sama sekali! Best feeling ever.

Bolehlah keputusan-keputusan itu kecil dan tidak berpengaruh pada hidup gue secara terus-menerus. Nah berikut 3 pengakuan keputusan terbesar yang pernah gue alami selama hidup gue:

1. Daftar SMAKBO, dengan alasan: sebagai backup kalau gak keterima di SMAN 1 Bogor.

Keputusan yang gila, gue bisa menghancurkan impian orang yang ingin sekolah di SMAKBO hanya karena alasan ‘backup‘. Backup; kalau gak keterima di SMAN 1 Bogor, gue masih bisa masuk sekolah yang gak kalah bagus dengan SMAN 1 Bogor. SMP gue dan calon SMA gue memang bolehlah bersebelahan, tapi untuk masuk SMA itu? Gak gampang! Karena waktu itu gue masih ABG labil, keputusan ini gue buat bersama dengan nyokap-bokap gue yang mengiyakan… Hahaha alhasil, gue keterima di SMAKBO dan beberapa minggu kemudian, gue keterima SMAN 1 Bogor kelas Internasional.

Karena gue udah bayar duluan di SMAKBO, jadinya gue masuk SMAKBO -__-

Hahaha tapi gue akhirnya masuk SMAKBO, agak terobati karena masuk kelas Internasional juga. Sempet terfikir apa gue kuat belajar kimia 4 tahun full? Terus sayang amat Smansa gak diambil padahal internasional lho… Terus rugi juga masuk sekolah 4 tahun, terus kerja deh gak ngerasain kuliah… Emang sih awalnya sedih, tapi justru inilah keputusan terhebat yang pernah gue lakukan sepanjang hidup gue :))

2. Masuk IPB dengan jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan yang jauh sekali dari KIMIA!!

Gue PKL/magang di Lemigas, Jakarta dengan harapan punya sertifikat magang di bidang perminyakan untuk nantinya kerja di perusahaan semisal Pertamina. Rencana itu udah gue buat serapi mungkin sampai akhirnya peneliti disana bilang, “kamu sayang amat kalau langsung kerja, mending kuliah dulu. Ambil jurusan yang teknik dan jangan kimia murni. Kalau bisa masuk teknik perminyakan!” Sampai di rumah (eyang) gue, sempat semalaman galau dan nelpon mama karena diberi saran peneliti disana untuk kuliah. Kuliah.

Akhirnya, gue ikut SNMPTN Undangan dan diterima di Ilmu dan Teknologi Kelautan. Kelautan man, jauh banget dari kimia. Di IPB gak ada jurusan teknik perminyakan, daripada gue masuk Kedokteran Gigi Hewan (mana ada -_-), gue diberi saran untuk mengambil teknik minyak yang lepas pantai. Yaitu kelautan. Hahaha bolehlah beranggapan Angga you’re dumbass stupid, awal masuk kuliah gue disuguhi FISIKA DASAR 1 dan 2 yang berhasil mendapatkan nilai ETANA+B (C-BC). Great, nice choice Angga! Tapi akhirnya gue bertemu dengan dosen dengan keahlian Oseanografi Kimia dan disitu gue curhat dengan beliau DIRUANGANNYA! Hahaha nekat parah, tapi disitulah awalnya. Gue diberi saran untuk mempelajari tentang tumpahan minyak di laut! Bisa dibilang, calon dosen pembimbing skripsi gue inilah yang bikin gue semangat untuk penelitian karena beliau selalu memotivasi gue untuk lanjutkan! lanjutkan! lanjutkan! Hahaha setelah bertemu beliau, gue selalu berfikir, keputusan yang tepat masuk ITK. Bener-bener bersyukur masuk sini… Hahaha gue sangat hormat sama Pak Trip. Terima kasih ya pak! :)

3. Banyak passion, sampai akhirnya pusing sendiri milih sebagai prioritas

Bisa dibilang gue adalah orang labil yang pengen nyobain semua hal. Keputusan untuk ikut berbagai kegiatan non akademik gue lakukan. Prinsip hidup gue adalah YOLO, lakuin apa aja yang lu suka terserah lu, asal berprestasi disitu dan menghasilkan sesuatu. Nulis, fotografi, jurnalistik, IT, penelitian (PKM), diving, blogging, adalah beberapa contohnya. Labil parah. Tapi itu semua adalah passion gue, yang kalau gue lakuin gak bakal bosen. Setelah gue sadar, disini timbul masalah, sebenarnya passion gue yang prioritas pertama ini dimana? Hal ini sampai sekarang masih gak ngerti, dan kadang beberapa keputusan gue malah merugikan diri gue sendiri. Ha ha -__-

***

Itulah tiga pengakuan keputusan yang pernah gue buat. Apapun itu keputusan berdasarkan intuisi adalah hal yang berharga. Gue sangat bersyukur atas keputusan-keputusan yang gue buat sampai akhirnya gue ada disini. Karena gue percaya, semua hal yang ada di dunia ini udah ditentukan oleh Allah bahkan sebelum gue lahir di dunia ini. Sekian, ikuti intuisi mu! :)

Angga.

Baru saja membuat keputusan untuk tidak kayang lagi sebelum wisuda. #okesip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s