Day 17: What do you want to be when you get older?

Angga Angga Angga, besok gede mau jadi apa. Aku kepingin pinter. Biar jadi dokter, Kalau kalau benar. Jadi dokter kamu mau apa. Mau suntik hatimu~ Hahaha ah lagu Susan :)) Kenapa masih inget ya Allah itu udah belasan tahun yang lalu… Sudahlah, umur hanyalah sebuah angka :’) Eniweeeei hari ke 17 nih bro. Udah main cita-cita aja nih. Seperti biasa, gue selalu punya mimpi. Mimpi yang selalu gue kejar sesulit apapun itu, yah tapi tentunya realistis juga… Kadang realistis sama pesimis itu beda tipis,  tapi realistis bukan berarti pesimis. Yah kadang suka pengen pipis kalau udah pesimis… Kalau diterusin, nanti malah pengen striptis ~

Tulisan macam apa ini…

Hahaha fokus dek! Cita-cita. Hmm… Ada banyak sebenernya. Gue pengen jadi dosenlah, jadi peneliti tumpahan minyaklah, berubah-ubah karena itu semua masih mungkin. Gue mengejar itu semua. Everything is possible maaan, unless you want to eat your own head. Iyalah, gimana bisa orang makan kepalanya sendiri…

Jadi dosen? Udah gue deklarasikan dalam posting-posting sebelumnya, gue ingin jadi dosen ganteng yang disenangi mahasiswi-mahasiswi cantik. Titik. Jadi dosen itu gak gampang; gue harus punya keahlian yang bakal dibagi kepada anak didik, punya trik supaya ngajar yang efektif dan berguna bagi mereka, tapi dengan gaji yang gak seberapa, pengorbanan yang luar biasa, dan lain-lainnya. Ah, itu semua bakal gue perjuangkan karena sudah panggilan hati. Semoga nih ya semoga, gue bisa menjadi dosen Oseanografi Kimia. Chemical Oceanographer. Entah itu di IPB (berarti bakal jadi penerus dosen favorit gue di IPB ini dong, hehehe halo Pak! :)), atau di Universitas lain di Indonesia. Pengennya sih kalau ga IPB, ya di Jawa Timur sana :) Pulang kampung… (padahal kampung gue di Bogor -_-)

sediment1

Kerja offshore adalah impian gue dari dulu! Banyak uang sih hahaha :))

Peneliti. Akibat ajaran SMAKBo dan IPB yang terus menerus menuntut gue untuk “Ayo praktikum! Laporan! Analisis!”, mindset di otak gue adalah selalu pengen tau. Kadang gue suka berfikir untuk menganalisis hal-hal gak penting seperti, “Kalau gue berangkat jam 7 lewat 10, dengan kecepatan  motor rata-rata 30 km/jam dan peluang macet 50%, bisa gak ya sampai jam 7.40 lalu sarapan dulu?” atau misalnya lagi makan baso, gue suka mikir, “Berapa ya ini kadar lemaknya? Kalau didestilasi, nanti kadar protein yang didapat berapa? Apa ini ada boraksnya? Kalau ada, berapa persen? Masih masuk standar SNI gak ya?” Pemikiran-pemikiran sederhana ini selalu ada dipikiran gue setelah mengalami 7 tahun masa penggojlokan dan glonggongan. Gue berharap suatu saat bisa jadi ahli tumpahan minyak di Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM). Man jadda wajada

IMG_0022 (3)

Orang mah foto kaki, latarnya pantai. Lah ini, pereaksi kimia… -_-

***

Itulah cita-cita gue. Orang boleh bermimpi setinggi apapun asal didukung oleh usaha dan doa. Saat ini, gue sedang melangkah untuk menggapai semua cita-cita itu tadi. Nah, buat kalian yang baca tulisan ini, gue berharap kalian punya minimal satu mimpi. Gak perlu banyak-banyak. Tapi kejarlah mimpi itu terus, sampai dapat. Inget juga mimpinya harus realistis, tapi bukan pesimis. Dan jangan striptis.

Salam, gantengis. Pake tongsis. Diorder ya sis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s