Perjalanan PKL Menuju Jawa Timur (Part III)

Selasa, 17 Juni 2014.

Masa kuliah selesai lebih awal, karena masa UAS telah selesai. Pembelian tiket jauh hari sebelum hari pemberangkatan menyebabkan kepanikan yang cukup bikin stres. Ternyata ada sidang untuk fieldtrip untuk mata kuliah Akustik Kelautan, Pemetaan, dan Osebiogeo pada hari-hari setelah gue berangkat. Matek! Tapi untunglah, masalah udah beres berkat koordinasi tim. Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat ke Jawa Timur dengan tenang. Gue berangkat duluan diantara tim PKL. Karena gue sebagai perwakilan harus presentasi di BBKSDA Jatim.

Dari Bogor, gue bawa-bawa koper berwarna orange yang dipinjamkan tante gue. Bentuknya simpel dan enak karena tidak terlalu besar. Tetapi banyak orang yang melirik ke arah gue hahaha berasa turis :)) Pukul 11 pagi, kami naik angkot 3 kali ganti dari rumah, barulah sampai Stasiun Bogor. Kami membeli tiket kereta jurusan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Gondangdia. Lalu lanjut naik Bajaj hingga Stasiun Pasar Senen. Ekspektasi sampai pukul 15.00, ternyata kami sudah sampai pukul 13.30 hahaha sambil nunggu kereta, Papa ngajakin makan soto. Yowes, itung-itung biar perut gak kosong selama perjalanan…

KA Gumarang, Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi. Ditemani Papa, gue menuju kampung halaman gue. Hahaha iye, gue orang Jawa! Gue orang Jember, walaupun dari lahir di Bogor. Tetap, gue adalah orang Jember hahaha keukeuh siah lay! Gue naik kereta dengan harga termurah di kelas bisnis. Bener-bener versi irit dan yolo…

KA Gumarang

Gue dan bokap, bersama AC rumahan di kereta, dan colokan yang bikin pewe selama diperjalanan

Perjalanan naik kereta ini cukup enak. Karena bebas macet dan bebas belok secara tiba-tiba ala supir bus antar provinsi. Selain itu, cukup nyaman karena kereta jalan saat malam hari dan tidak panas. Kami berangkat pukul 16.00 dan tiba keesokan harinya pukul 02.30. Sangat cepat untuk jarak sejauh jauh ini.

Perjalanan tidak hanya sampai Stasiun Pasar Turi, gue harus melajutkan ke tempatnya teman papa, Tante Atiek. Rumah Tante Atiek letaknya gak jauh dari Bandara Juanda. Yap, tujuan utama gue adalah presentasi di BBKSDA Jatim. So, rencana ke rumah tante Atiek adalah istirahat, mandi, dan sekalian silaturahmi karena papa dan tante Atiek udah 40 tahun gak pernah  ketemu. Sejak lulus SMP! Hahaha

Trik papa adalah setelah turun kereta, jangan sekali-kali langsung keluar stasiun. Santai saja, cuci muka dulu, buang air dulu, minum dulu, apapunlah. Baru sekitar 1 jam, kita cari minimarket untuk melihat-lihat angkutan yang ada. Ada seorang bapak (lupa namanya! duh padahal sudah ditanyakan) menawarkan jasa angkutan dengan mobil pribadinya, Xenia. Bapak ini ikut koperasi, sehingga bekerja sebagai supir sebagai part time saja. Kita diantar ke rumah Tante Atiek di daerah Wage, dan…. banjir -__-

Surabaya banjir. Gue kira hanya Jakarta yang bisa banjir seperti ini.

banjir surabaya

Jalan menuju rumah Tante Atiek dan koran Jawa Pos keesokan harinya “Hujan semalam, akses ke Djuanda seperti Danau”

Seperti danau… Okay… Gue kan mau presentasi ke sana. Maaaan bagaimana iniiii hahaha ah itu urusan nanti, yang penting gue mandi dulu hahaha ketemu tante Atiek, disuguhi macam-macam. Ampuuun dah baik banget! Makasih tante, nanti aku kalau ke Surabaya mampir kesini lagi deh :)

***

Lanjut cerita tentang perjuangan untuk presentasi gue di posting selanjutnya! Malam ini deh … Hehehe see ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s