Perjalanan PKL Menuju Jawa Timur (Part IV)

 Rabu 18/06/2014

Surabaya Banjir!

Pagi hari sekali, kami (gue dan papa) sudah berada di rumah tante Atiek. Sekitar pukul 4 pagi kami sampainya. Rasa kantuk sudah tak tertahankan, akhirnya sekitar pukul 5 gue tidur. Satu jam berikutnya gue udah bangun dan siap-siap untuk berangkat ke BBKSDA Jatim untuk presentasi. Setelah mandi (dan rasanya seger parah setelah menggembel dari kemarin) gue berkenalan dengan suaminya Tante Atiek. Beliau bilang jalanan di depan komplek sudah banjir, tinggi! Allahuakbar, gimana ini? Padahal sudah janjian dengan BBKSDA Jatim untuk presentasi hari ini. Awalnya suami Tante Atiek menawarkan bareng saja, tetapi karena banjir, gue berangkat naik ojeg.

Melewati banjir, setinggi gambar di bawah. Surabaya-Sidoarjo banjir.

Oh man! Sudah lokasinya lumayan jauh plus macet, ditambah banjir. Kalau kata Papa, mungkin awan Bogor ikut terbawa sampai ke Surabaya. Ya oleh kami! Hahaha lokasi BBKSDA Jatim berada di Jl. Bandara Juanda, yang pada posting sebelumnya disebutkan bahwa akses ke Bandara Juanda seperti danau. Bismillah, berangkat saja…

Surabaya BBKSDA

Jalan raya daerah Wage dan pintu masuk BBKSDA Jawa Timur yang banjir, plus Angga yang lega karena bisa sampai sini!

Setelah nyasar karena lokasi BBKSDA Jawa Timur yang tidak sesuai dengan Google Maps, akhirnya nyampe juga di BBSKDA Jatim. Pintu masuk saja sudah banjir, yowes terobos aja. Tapi ini berakibat sepatu gue jadi basah… Mau presentasi, tapi sepatunya basah, oh my lord… Show must go on. Lanjut!

***

Presentasi, dan Hasil yang Tidak Sesuai Harapan

Sampai lokasi, gue sempat menunggu beberapa lama. Akhirnya pukul 11.00 gue bertemu salah satu staff disana dan disambut dengan baik. Proposal tim kami yang sudah dikirimkan jauh hari sudah dibaca oleh mereka. Tetapi hasilnya tidak sesuai harapan kami. Praktek Kerja Lapang yang akan kami lakukan bukan termasuk penelitian! Yah memang sih, intinya kami PKL adalah mengabdi pada masyarakat pesisir dan mencari permasalahan yang ada. Bukan untuk meneliti, hanya sebatas mengamati, dan melaporkannya. Akhirnya, kami dikenai biaya Rp 20.000 / hari / orang. Ini adalah biaya untuk memasuki Pulau Sempu. Kalau ditotal, kami harus mengeluarkan 3,6 juta rupiah! Padahal kami sebenarnya PKL di daerah Sendangbiru, bukan di Pulau Sempu. Peraturan baru ini dari presiden, yang bahkan rasanya merugikan bagi kami mahasiswa. Seharusnya diberi pengecualian khusus untuk mahasiswa. Ah semoga tulisan ini dibaca oleh calon presiden Indonesia nanti. Pokoknya kegiatan mahasiswa harus gratis! Hahaha

Lalu gue balik ke rumah Tante Atiek, dan bilang ke bokap tentang masalah ini. Plan A gagal, untungnya sudah ada Plan B. Yes, gak apa-apa, yang penting sudah tahu bahwa PKL ini membutuhkan perjuangan yang ekstra. Setelah berpamitan dengan Tante Atiek karena sudah mau direpoti macam-macam dengan kami, Bismillah lanjut ke tempat berikutnya yaitu rumah Om A’an di Kota Pasuruan.

pasuruan malang

Langsung SMS dosen pembimbing setelah kejadian ini, lanjut ke Pasuruan, lalu ke Sendangbiru, Malang

***

Kamis, 19 Juni 2014

Seperti yang gue bilang di awal, show must go on apapun rintangannya. Setelah sampai di rumah Om A’an di Pasuruan dan ketemu Om Yomo, temen SMP papa, kita berempat berangkat menuju Sendangbiru Malang. Om Yomo begitu ngerti daerah selatan Jawa Timur ini, sehingga perjalanan lebih seru karena muter-muter dulu di daerah Kepanjen. Jalanan menuju Sendangbiru berliku-liku. Anda bakal disuguhi pemandangan yang bagus sepanjang perjalanan. Benar-benar perjuangan dengan bonus yang indah :)

***

Perizinan dan Tempat Tinggal

Gue mengontak tim yang masih ada di Bogor tentang masalah ini, kita mengakalinya dengan membuat surat permohonan izin PKL yang baru. Setelah ditanda tangani Kepala Departemen, surat itu di scan dan dikirimkan via email. Terima kasih teknologi! Hahaha Sampai di PPP Pondokdadap, kami disambut dengan baik oleh petugas disana. Masalah perizinan selesai, lebih cepat daripada proses sebelumnya yang membutuhkan presentasi segala. Alhamdulillah…

Tugas gue berangkat lebih awal adalah mengatur perizinan dan mencari tempat tinggal. Menurut Papa, kayaknya kita harus istirahat dulu, mengingat kami dari pagi sudah mutar-mutar kemana-mana dan belum makan. Sempat bertanya kepada beberapa nelayan, dipilihlah rumah makan Pak Karnadi dengan menu tuna bakar dengan sambal yang sangat sedap. Susah-susah dahulu, baru bersenang-senang. Begitulah kira-kira :)

Makan Tuna

Setelah mengurus izin di PPP Pondokdadap, Om Yomo, Om A’an, dan Papa makan ikan tuna bakar. Enak!

Sambil makan ikan, Papa menelpon Pak Budi, kenalannya Om Chris. Pak Budi ini adalah pengusaha ikan di Sendangbiru. Tujuan menelpon Pak Budi adalah menanyakan kira-kira ada tempat tinggal yang sekiranya bisa ditempati oleh kami berenam. Setelah menelpon sana-sini, akhirnya harga mess dekat TPI sangat mahal, yaitu 150 ribu / malam / kamar. Astagfirullah, kejadian lagi yang seperti ini. Pak Budi tetap berusaha untuk nego, tapi yang namanya kebijakan ya sulit. Yowes, cari tempat lain saja nanti kata papa.

Selesai makan, Om Yomo semangat sekali melihat “iwak” di Pelabuhan, sehingga dari sore hingga menjelang maghrib gue diajak mutar-mutar TPI sampai capek sekali. Papa dan Om A’an juga tidak kalah antusiasnya melihat iwak ini hahaha pukul 18.00 kami semua memutuskan untuk mencari penginapan dengan menelpon Pak Budi. Diantarkan ke rumah Pak Nit yang letaknya tidak jauh dari rumah Pak Budi. Awalnya kami hanya ingin mencari kost buat kami berenam saja. Tapi kata Om Yomo lebih baik kita istirahat dulu, baru besoknya menuju Jember. Setelah mengobrol dengan pemilik kost, akhirnya dapat juag tempat kost untuk Tim PKL selama sebulan kedepan, yaitu ditempatnya Pak Nit ini. Alhamdulillah :)

Oh iya, tujuan kami setelah dari Sendangbiru adalah ke Jember, tempat Om Yomo – Om A’an – Papa bertemu, yaitu di SMPN 1 Jember! Hahaha

Sendangbiru

Lokasi penginapan yang tak jauh dari pantai, dan tempat asal muasal nama Sendangbiru

Jumat, 20 Juni 2014.

Selamat Ulang Tahun Mama! Hehehe iya, mama ulang tahun :) Dan kami masih di Pantai Sendangbiru. Foto diatas adalah suatu danau yang bernama Sendangbiru. Lihat kan, warnanya biru. Hehehe akhirnya tugasku sebagai tim jangkar selesai sudah. Izin dan tempat tinggal sudah didapat, lalu saatnya kami berangkat ke Jember! Hello Jember, here we go…

One thought on “Perjalanan PKL Menuju Jawa Timur (Part IV)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s