Perjalanan PKL Menuju Jawa Timur (Part V)

Jumat, 20 Juni 2014

Perjalanan Menuju Jember!

Urusan perizinan dan tempat tinggal untuk PKL sebulan kedepan telah selesai. Saatnya melanjutkan petualangan yaitu menuju Jember! Soalnya teman-teman satu tim baru sampai Malang tanggal 22 Juni, yowes gue ikut Papa ke Jember bersama Om A’an dan Om Yomo. Jember adalah kota kelahiran Papa, dari kecil sampai SMA, Papa tinggal disini. Daripada gue nganggur ngegabut selama dua hari, lebih baik gue main-main di Jember hahaha…

Rute perjalanan melewati jalur selatan. Berangkat dari Sendangbiru, kita nggak ke Kota Malang lagi tapi langsung belok dari Kepanjen ke arah Timur. Ya, kita lewat jalur selatan, namanya “Piket Nol”. Jalur ini menghubungkan Malang Selatan dengan Kota Lumajang. Nah setelah sampai Lumajang, baru deh lanjut ke Jember, tepatnya Puger. Menurut artikel yang gue baca, Piket Nol ini adalah jalur di lereng selatan Gunung Semeru yang ngeri. Ngeri karena cerita mistis. Lebih lengkapnya klik tautan ini.

IMG_4239

Papa, Om A’an, dan Om Yomo lagi bersantai di Piket Nol.

Papa waktu masih tinggal di Jember takut kalau lewat jalan Piket Nol ini. Alasannya suka banyak rampok, kejadian mistis, pokoknya serem lah lewat sini. Sekitar pukul 14.00 kami berhasil melewati jalur ini setelah melewati jalur berkelok dengan pemandangan pasir hasil erupsi Semeru dan truk-truk pembawa pasir. Konon pasir dari sini kualitasnya juara, PLTU Paiton aja gak mau kalau pake pasir bukan dari sini. Aslilah keren hehehe… Kita sampai di Lumajang! Wah masih lumayan lama menuju Jember nih, kata Papa.

IMG_4213

Jembatan baru dan jembatan lama di Piketnol. Bawahnya jurang lho…

Pukul 17.00  kami sampai di Puger, Jember Selatan. Sebelumnya gue udah pernah dua kali kesini, yaitu waktu kecil dan waktu liburan kuliah semester 1. Disini adalah tempat peristirahatan terakhirnya bapaknya Papa, yaitu Mbah Samik. Menurut versi keluarga Jawa Timur, tinggal gue lah yang masih memiliki “bin” sampai jauh. Yaitu Angga Dwinovantyo bin Agus Trisariono bin Samik bin Sapik. Bapak Sapik adalah penghubung gue dengan keluarga di Bondowoso. Makanya, kata sodara-sodara di Jawa Timur sana, gue nanti harus punya anak cowo, biar bisa nerusin “bin” yang udah 3 turunan. Wuih amiiiin :)

***

Sabtu, 21 Juni 2014

Reuni SMPN 1 Jember tahun 70-an

Oh iya, kemarin setelah nyekar di makam kakek, Papa dapat kabar duka. Temannya Om Arifin meninggal dunia di Jember. Innalilahi… Kata Papa, Om Arifin ini dari dulu pengen banget ketemu Papa lagi. Yah takdir Allah memang berkata lain, akhirnya Papa ketemu Om Arifin juga… Tapi dalam keadaan yang lain. Suatu kebetulan yang berakhir bahagia, setidaknya bisa ikut memakamkan teman SMP Papa ini.

jember

Cuaca Jember yang kelembabannya rendah, candid di makam Kakek, Pemakaman teman papa, dan bekas rumah Papa.

Setelah memakamkan teman Papa, Om Yomo dan Om A’an mengajak gue mengelilingi Kota Jember. Waduh, ternyata Jember sudah mirip Bogor… Ramai sekali! Tapi ada satu penasaran yang rasanya pengeeen banget gue liat, yaitu rumah Papa di Jember. Emang sih, rumah itu udah dijual. Tapi pengenlah liat sekali aja seumur hidup lihat rumah Papa waktu kecil hehe… Oh iya, selama di Jember gue menemukan banyak hal seru. Misalnya soto ayam madura yang enak banget beserta koya yang melimpah dan mengunjungi ke daerah Tanggul untuk bertemu Om Wahid teman SMP papa yang lain di rumahnya yang sederhana namun kaya (bayangkan disana ada air artesis, kolam ikan gurame, sawah jeruk, pohon kelapa, pokoknya lengkap). Jember memang kerenlah. Tapi nggak tau sih Anang keren apa engga…. *naonsih*

reuni

Soto Ayam Madura bersama teman-teman SMP Papa. Hahaha itu yang baju hijau katanya mantannya Papa :)) *ngakak*

***

Sabtu berakhir, di Malam Minggu ini kami pulang ke rumah dengan kondisi sangat capek. Ditambah masih harus cari tiket kereta, travel atau bis untuk menuju Malang. Sulit sekali karena ini adalah minggu libur sekolah. Akhirnya dapat juga travel dengan seat terakhir di Cipaganti. Ah terima kasih Jember atas kenangan-kenangan masa kecil Papa. Ini pertama kalinya lho diajak mudik ke Jember sama Papa hahaha

Minggu, 22 Juni 2014

So, masa jalan-jalan sudah berakhir.Gue berpamitan dengan Papa, Om A’an dan Om Yomo. Ah mereka semua yang mengajak petualangan seru ini. Benar-benar pengalaman yang gak akan bisa gue lupa. Oleh sebab itu, gue menulis semuanya di Blog ini. Supaya nantinya gak lupa kalau diceritakan kembali. Terima kasih kalian bertiga, rockstar Spasa Jember! Yeah \m/

Saatnya melanjutkan perjalanan ke Malang…

malang

Naik Cipaganti yang kaya buroq, ketemu sepupu di Malang, makan gak kontrol, dan diangkot bersama ceribel 

***

PERJALANAN PKL MENUJU JAWA TIMUR SELESAI! YEAH!!!

Nantikan posting tentang keseruan selama PKL di Malang :p

One thought on “Perjalanan PKL Menuju Jawa Timur (Part V)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s