Suatu Sistem Ribet dan Kolot

Kemarin, saya mengunjungi salah satu tempat koperasi untuk melakukan wawancara. Seperti biasanya, waktu senggang selama PKL diisi dengan wawancara, misalnya wawancara nelayan atau warga sekitar. Tetapi kali ini saya dan ketiga teman saya mengunjungi salah satu Koperasi Unit Desa, dimana kami belum pernah mengunjunginya bahkan belum mengenal salah satu orang saja karyawan KUD tersebut.

Awal masuk, kami memang agak kebingungan karena tempatnya yang tidak ada khusus tamu. Karena di tempat PKL kami, biarpun tidak ada karyawan yang menunggu pada tempat penerima tamu, tetapi ada buku. Ya, suatu buku tamu untuk mengisi keperluan kami mengunjungi tempat itu.

Kami mengucapkan salam kepada pegawai KUD, kesan awal adalah tidak ada senyum ataupun sapa balik yang ramah. Berbeda sekali dengan kultur yang telah kami rasakan selama 2 minggu di lingkungan PKL kami ini. Kemudian saya menjelaskan maksud kedatangan kami berempat yaitu hanya sekedar tanya-tanya saja seputar peran KUD dalam mengelola perikanan di daerah ini. Karena sebenarnya kami hanya ingin tahu saja, tidak lebih, dan ini tidak seperti riset. Hanya ingin tahu. Tanpa mengacuhkan penjelasan saya, mbak-mbak pegawai itu langsung berkata, “Surat pengantarnya mana?”

Surat? Wah, surat resmi yang kami buat hanya untuk tempat PKL kami, yaitu di Unit Pengelola Pelabuhan. Lah masa dikasih ke KUD ini?

Lalu kami dipersilakan untuk menemui seorang bapak sekretaris di ruangan yang luas tetapi cukup gelap. Suasana sudah mulai tidak enak, rasanya saya tidak ingin ke ruangan itu dan tidak perlu lah tanya-tanya. Teringat tragedi presentasi di Surabaya beberapa pekan yang lalu.

Kami jelaskan kepada bapak itu, kalau kami sebenarnya punya surat resmi pengantar dari kampus. Dan kami ini Praktek Kerja Lapang, mengabdi kepada masyarakat, bukan untuk riset. Kami tidak minta data, kami hanya ingin tahu peran KUD ini seperti apa di perikanan daerah ini. Tidak salah kan?

Bapak itu menolak untuk ditanya-tanyai. Alasannya kami tidak memiliki surat. Saya jelaskan kembali tapi dia menolak untuk ditanya-tanyai. Bapak itu terus menjelaskan tentang ketiga anaknya yang kuliah di blablabla dan selalu membawa surat. Memangnya kalau sekedar tanya-tanya harus selalu bawa surat? Ah kesal sekali. Setelah itu dia membahas tentang uang retribusi yang dikelola KUD untuk apa dan bagaimana. Padahal kami tidak mengarah pertanyaan ke arah situ. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan uang.

Sama seperti bertanya alamat seseorang, tetapi informasi yang diberi adalah urusan dapur orang itu.

Rasanya sakit hati, nelayan saja ditanya-tanya mengenai proses perikanan disini bisa dan pasti jawab. Memang sih tidak sepenuhnya tahu, tetapi setidaknya rasa penasaran saya berkurang. Lagipula hanya bertanya masa butuh izin sana sini. Lah ini yang cuma pengen tanya sedikit saja tentang peran KUD, tidak boleh. Karena kami tidak punya surat. Surat-surat-surat. Dan selalu mengarah ke uang. Kepengen sekali saya langsung keluar dan bilang menyesal telah menginjak tempat ini. Beliau menyangka saya adalah wartawan, dan ketiga teman saya memang mahasiswa. Memang wartawan saja yang boleh bertanya? Ah sudahlah, hari itu pokoknya saya kesal. Saya belajar dua hal, yaitu tidak semua orang itu baik dan mau membantu. Ah sistem birokrasi yang ribet dan kolot. Mau bertanya saja tidak boleh. Apa kata dunia?

***

By the way, saya tahu kok retribusi itu kemana dan kenapa bapak menolak untuk membicarakan tentang uang. Saya tidak perlu informasi itu pak, karena sudah tahu. Selain itu bapak benar, saya memang pernah jadi wartawan, tetapi saya masih mahasiswa.

Salam dari orang yang tidak menolak untuk ditanya-tanyai, hihi :)

5 thoughts on “Suatu Sistem Ribet dan Kolot

  1. jika bener kenapa harus takut ;)

    bisa ditulis gini ga: KUD xxx menolak memberikan informasi seputar xxx di laporan kamu

    atau kamu tulis surat saja ingin bertanya mengenai apa via email / pos

    kalo nga kamu bisa tuliskan pertanyaan kamu di kertas, sehingga mereka bisa jawab secara tertulis

    just wondering mereka khawatir akan ditanyai mengenai hal yang sensitif

    kesal boleh tapi jangan lama-lama :)

    have fun :D

    Like

  2. Jikalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah :p
    Tas Laptop MURAH dan KEREN, Berbagi Merk
    Harga Mulai 75.000 GAN!!
    081 859 2209 (XL) CALL / SMS/ Whatsapp | Pin BB : 7D3A87AC

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s