Update CV-mu dengan LinkedIn dan Jadilah Profesional

Buat mahasiswa tingkat akhir, perasaan untuk pengen tahu gimana rasanya proses rekruitmen buat kerja pasti ada. Bukan cuma prosesnya aja yang kita pengen tahu, tapi juga apa-apa aja yang menjadi pertimbangan diterimanya seseorang di tempat kerja nantinya. Memang banyak sih prosesnya, tapi tahap awal yang dilihat adalah Curriculum Vitae atau biasa disebut CV. Biasanya, orang membuat CV itu seadanya. Terkadang hal-hal yang tidak nyambung dengan bidang yang diminati dimasukkan saja ke CV. Seperti misalnya akan mendaftar di sebuah Bank, eh malah menyertakan sertifikat dan pengalaman kursus menjahit. Kan lucu, hahaha becanda deng :p

Beberapa waktu yang lalu, seorang professor dari negeri Malaysia chatting dengan saya. Kebetulan awalnya saya menyapa karena butuh jurnal internasional miliknya buat penelitian, eh beliau malah antusias dan baik sekali dengan saya. Kemudian dia bertanya kepada saya, “Kamu punya akun LinkedIn? Saya ingin berteman denganmu disana.” Wah saya memang punya, tetapi jarang sekali digunakan. Sang professor menambahkan saya sebagai daftar temannya. Kemudian dia lihat profil saya. Apa yang terjadi? Beliau bilang, “Profilmu tidak pernah diperbarui ya? Wah sayang sekali. Penelitianmu ini bagus, sayang jika orang lain tidak mengetahui potensi kamu.”

Jleb.

Profil LinkedIn ini saya buat awalnya hanya karena dosen saya tidak memiliki Facebook dan Twitter, tetapi hanya memiliki LinkedIn. Saya pikir bolehlah buat akun disini supaya berteman dengan beliau. Setelah itu, jarang sekali saya buka karena awalnya tidak menemukan hal yang menarik :p Tetapi setelah saya diberikan nasihat oleh Professor di Malaysia sana, LinkedIn ini adalah salah satu jejaring sosial untuk para profesional. Dari segala bidang yang ada di dunia. Nah untuk itu, saya diminta untuk memperbarui profile saya setiap ada pencapaian yang bisa mendukung karir saya nantinya. Entah itu penelitian, magang, konferensi, volunteer, dan lainnya. Terutama pengalaman magang, wah perlu sekali itu untuk ditulis di profil.

Jadi, LinkedIn itu seperti apa? Mari saya berikan contohnya.

IMG_9326

Profil bagian atas, berisi mengenai ringkasan dan siapa kita?

Pada bagian ini, seseorang yang membuka profil kita akan melihat nama dan foto beserta pekerjaan saat ini. Misalnya pada profil saya, tertera nama Angga Dwinovantyo, mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bidang yang saya minati adalah Minyak dan Energi. Tempat tinggal saya adalah di Jawa Barat, Indonesia. Disana terlihat siapa yang melihat profil saya, lihat kan banyak bule yang kepo… Hahaha becanda, tapi memang itu bule. Mereka melihat-lihat profil kita. Tidak masalah, kali aja lagi mencari karyawan baru. Padahal saya tidak promosi lho, apalagi meminta pekerjaan. Mereka hanya mencari kandidat, kira-kira siapa saja yang masuk ke dalam bidang kerjanya. Kalau tidak cocok, ya skip saja ;)

experience

Pendidikan dan Sertifikat yang Diakui

Pendidikan menjadi hal yang penting dalam kehidupan. Terserah orang ngomong apa, bagi saya pendidikan adalah nomor satu. Maka dari itu Pendidikan saya taruh di kolom nomor dua di CV. Orang tua saya lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya daripada punya uang dan dipakai untuk belanja. Hal itulah yang saya anggap penting dalam isi dari CV untuk menjadi profesional. Tidak masalah dari universitas manapun, jurusan manapun, asal bersungguh-sungguh ditempat menuntut ilmu. Pada profil saya, saya menjelaskan lagi apa jurusan saya dan dimana saya berkuliah. Selain itu, saya masukan juga beberapa pengalaman saya selama di kampus ini beserta pencapaiannya. Wah kalau lihat profil saya sih tidak ada apa-apanya. Tetapi cobalah lihat profil Kak Leo Wibisono, mahasiswa berprestasi nasional asal IPB. Profil saya mah ga ada apa-apanya! Hahaha da aku mah apa atuh :p

IMG_9325

Pengalaman

Ya benar. Pengalaman saya tidak jauh dari menjadi asisten mata kuliah. Mulai dari Metode Statistika, Biologi Laut, Osenografi Kimia, hingga Remote Sensing Kelautan. Semuanya didapat saat saya masih menjadi mahasiswa. Tidak masalah, saya memang belum punya pengalaman kerja di perusahaan. Tetapi pengalaman seperti ini yang menjadi pertimbangan di dunia kerja nantinya. Kalian juga bisa memasukkan pengalaman kerja sebagai wirausaha, wah itu sih jadi nilai tambah sekali. Juga pengalaman lomba, pengalaman mengisi seminar, pengalaman dalam organisasi, dan lainnya. Pokoknya pengalaman yang menurut kalian bisa mengangkat nama kalian di CV, tuliskan saja! :)

skill

Skills

Kerja nggak punya skill? Kalau dulu, memang sah-sah saja. Tetapi jaman sekarang, bukan cuma IPK yang menjadi andalan. Soft skill dan hard skill juga penting. Dulu saya dikenal sebagai “Angga tukang foto”, maka skill foto saya walaupun masih belum bagus, tetapi orang setidaknya sudah mengakui bahwa saya memiliki skill foto (walau masih jauh dari kata profesional). Tulis sajalah apa yang kira-kira kalian rasa hal itu adalah skill. Skill kayang juga boleh kok kalian tulis hehehe

IMG_9327 IMG_9328

Cari lowongan untuk menjadi profesional!

Bedanya LinkedIn dengan Facebook, di LinkedIn tidak memiliki fitur “Find Job”. Hal ini yang menjadi nilai tambah LinkedIn. Selain berisi mengenai CV dalam profil, kita juga dapat apply job dan kira-kira cocok dengan bidang yang kita minati. Tentu baca dulu deskripsi kerjanya ya, kalau kaya gambar diatas… wah nggak bisa deh. Secara IPK yang dibutuhkan tinggi banget! :))

***

Sudah mengerti kah manfaat dari LinkedIn? Ayo mulailah memperbarui CV kalian. Saya yakin, pencapaian-pencapaian selama perjalanan hidup apabila dituliskan akan menjadi keren! Dan pastinya semakin bersyukur karena telah diberi pencapaian sampai saat ini oleh Allah SWT :) Be a professional!

2 thoughts on “Update CV-mu dengan LinkedIn dan Jadilah Profesional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s