Maaf.

Halo blogosphere! Maafkan akhir-akhir ini postingan tidak jauh seputar quotes-quotes yang galau, ataupun tulisan anak labil yang sedang galau dalam kegalauan. Yaila, “pengennya galau dalam kegalauan”, kaya anaknya Pak Presiden aja… Yah mau gimana, blog ini udah kaya buku diary sendiri aja. Bedanya dengan diary, blog ini bisa dibaca banyak orang, jadi yah literally bukan diary lagi -_-

Maafkan. Maafkan buat semua yang sudah baca blog ini dari beberapa bulan yang lalu. Umur yang udah berkepala dua gini masih aja kaya umur belasan yang masih suka galau kalau dengerin lagu mellow. Melankolis gue 60% sih elah, padahal urakan gini -_- Kelakuan preman, hati hello kitty huft… Eh tapi gue lagi buat tulisan ini dengan lagu-lagu EDM yang disetel volume maksimum lho, jadi ya ga nyambung aja kalau gue bilang “gue galau karena lagu meloow” (apasihserahlolahga). Tulisan galau gue itu memang seputar masalah kehidupan…ehem cinta gue yang sangat ga mulus ini. Ah tapi ga kusut ko, cuma kurang disetrika aja. Kaya manusia berjenis kelamin pria-pria lainnya aja, gue butuh pasangan, terutama pasangan hidup bwakakaka ditambah lagi dengan faktor “J” gue yang menginjak usia ke enam lebih ini. Makin kerasa lah, kaya butiran jasjus yang jatoh di tukang jualan es, menyedihkan. (-,-)/||||tembok||||

Tapi dari sini gue jadi belajar banyak hal. Bukan cuma tentang cinta atau perjuangan, tapi soal persahabatan. Ada banyak orang yang akan mendengarkan keluh kesah, terutama ketika lagi ada di posisi terpuruk, dan tetap ada untuk mengingatkan, pada saat posisi sedang diatas. Mungkin bukan sekarang, gue memang belum dibolehkan oleh Allah untuk mendekati wanita itu. Atau mungkin, ada seorang wanita yang meminta pada Allah untuk meminta menjaga jodohnya ini? Atau mungkin juga wanita itu yang sedang didoakan oleh jodohnya untuk dijaga dari lelaki seperti gue yang banyak kekurangannya ini. Mungkin juga inilah saatnya gue untuk kembali fokus pada apa yang selama ini gue jalankan, seolah tidak terjadi apa-apa. Hanya Allah yang tahu, semua sudah ada ceritanya, pasti akan baik-baik saja.

Buat kamu dan aku; atau selanjutnya kusebut, kita. Maafkan.

3 thoughts on “Maaf.

  1. cie angga perasaannya lagi jatuh.hehe, bahasa halus tuh. enggak perlu maaf ga, semua orang pernah ngerasain hal yg sama kayak kmu. jadi inget kata2 di film marmut merah jambu, “kalo bukan siapa2 mana mungkin dapat yg apa2”. so? kayaknya bikin diri terus lebih baik, sebutin namanya di tiap sujud terakhir, kalo jodoh enggak kemana kan ;) * jadi panjang gini komentnya, maap yaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s