Traveling ke Pulau Sempu? Bolehkah?

IMG_5865

Akhirnya saya menulis juga mengenai Pulau Sempu ini, karena beberapa alasan yang membuat saya urung menuliskannya. Alasannya adalah saya tidak ingin mempromosikan Pulau Sempu sebagai tujuan wisata, selain faktor kuliah-sok-sibuk-dan-mager. Kenapa? Karena statusnya sebagai cagar alam. Pulau Sempu adalah cagar alam yang sangat dilindungi. Menurut situs BKSDA,

Kawasan Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. 

Rasanya kalau saya menulis artikel tentang keindahan Pulau Sempu, kontradiktif sekali dengan apa yang saya pahami mengenai status Cagar Alam miliknya. Saya termasuk mahasiswa yang mendukung upaya konservasi. Seharusnya saya tidak menulis artikel ini, karena saya khawatir malah akan mendongkrak wisatawan ke pulau ini. Tetapi saya berpesan kepada pembaca, lebih baik tidak mengunjungi Pulau Sempu. Saya pun bersama teman-teman meminta maaf karena telah melanggar aturan telah mengunjungi Pulau Sempu, namun kami memiliki izin mengunjungi Pulau Sempu dari BBKSDA. Pusing kan? Sama, saya juga hahaha…

IMG_6159

Segoro Anakan, tujuan utama wisatawan mengunjungi Pulau Sempu

Pada bulan Juni-Juli 2014, saya dan kelima teman saya sedang melakukan Praktek Kerja Lapang di Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kabupaten Malang. Lokasinya persis di seberang Pulau Sempu, yaitu di TPI Pondokdadap. Awalnya, kami ingin praktek lapang di Pulau Sempu, tetapi karena topik bahasan saya seputar potensi perikanan disana, maka tidak jadi di Pulau Sempu. Tetapi karena sebelumnya telah mengantongi izin dari BBKSDA untuk meneliti ekosistem yang ada di Pulau Sempu, maka dari itu kami gunakan. Kan peneliti, bukan turis hehehe alasan saja :p

pulau sempu
Bareng-bareng naik kapal nelayan kenalannya teman saya, si Ofa :))

Oh iya, karena kami PKL disini selama satu bulan lebih, kami banyak mengenal nelayan disana. Disaat waktu senggang, saya bersama teman-teman iseng ngobrol menanyakan mengapa Pulau Sempu begitu ramai dikunjungi. Sementara Sendangbiru hanya tempat persinggahan saja. Padahal sebenarnya pantai di Selatan Malang ini keren semua lho! Balik lagi ke topik, karena kita sering iseng ngobrol sama nelayan, ditawarilah kami untuk ke Pulau Sempu dengan dipandu nelayan yang bernama Mas Salam. Kebetulan saya sudah mengenalnya dari awal datang ke Malang ini. Karena menurut beliau, di Pulau Sempu ini rawan nyasar! Nah perlu dipertimbangkan lagi ya buat kalian yang mau ke Pulau Sempu, hihi…

IMG_5800

Saya jadi yang pertama jajal jembatan dari karang mati itu, sial :))

Sepanjang jalan, saya hanya melihat pohon-pohon besar yang terjaga dengan baik disertai pohon-pohon tumbang yang dibiarkan begitu saja dan menutupi jalan. Nah, itulah bukti kalau pulau ini termasuk kawasan cagar alam, karena “gak boleh diapa-apain” sekalipun itu menutupi jalan. Kerennya, sampah plastik bekas makanan yang sudah ada ditanah pun tidak boleh dibawa sama kita. Kan itu bukan alami! Tetapi tetap saja tidak boleh. Aneh memang, itulah kenyataannya.

IMG_5717-horz

Track menuju Segoro Anakan memang sulit, nikmati aja :)

Jalanan menuju Segoro Anakan adalah turun-naik disertai lumpur dan jalanan bebatuan. Lumpur masih ada lho, padahal tidak ada hujan. Karena matahari sulit sekali menembus pepohonan yang lebat, sehingga kondisi tanah selalu lembab dan air terus ada disitu. Gimana musim hujan coba? Track disana itu berasa lagi naik gunung, bedanya kita gak pake carrier dan setelan baju baru bangun tidur. Kita lagi puasa, namun lanjutkan saja puasa. Urusan batal atau tidak saat berenang nanti nanti sajalah. Yang penting tetap usaha harus puasa hihi.. Sepanjang jalan kita banyak istirahatnya. Mas Salam juga membawa kita ke beberapa tempat unik yaitu semacam gua gitu. Yaudah kita foto-foto dulu hahaha… Oh iya, kita kesini bawa alat snorkeling minus fins/kaki katak. Tujuannya saya dan teman-teman bisa lihat sejauh mana kerusakan karang di Segoro Anakan seperti yang diberitakan orang-orang. Karena kita terlatih untuk tidak boleh menginjak dan merusak karang (setiap injek karang, kita disuruh push up minimal 5 seri waktu praktek lapang Ekologi Laut Tropis!) hahaha…

IMG_5844-horz

Akhirnyaaa sampai Segoro Anakan!

Mau lihat yang indah ya harus berkorban dulu. Begitulah kalimat yang pas kalau ingin ke Segoro Anakan. Indah banget! Duh lupa, saya gak boleh promosiin Pulau Sempu ini hahaha maaf maaf… Gak lama setelah sampai, saya bergegas mengambil masker dan snorkel dan byurrr! Basah sudaaah hahaha maaf anak kelautan, gak tahan lihat air hihi. Sambil snorkelingan, saya melihat banyak terumbu karang yang masih hidup, dominan karang jenis massive. Hal ini tidak lepas dari masukan air dari suatu “lubang” yang berperan sebagai input air laut. Air laut itu membawa nutrien dan hal itulah yang menyebabkan adanya ekosistem terumbu karang disini. Disamping keadaan batimetri Segoro Anakan yang mungkin hanya sekitar 5 meter saat pasang dan penetrasi cahaya yang menembus sampai dasar perairan. Memang jernih sekali air di Segoro Anakan ini. Jadi, terumbu karang disini bukan rusak karena terinjak, lha wong banyaknya karang massive kok.

IMG_5726

Mau tau apa yang menyebabkan kerusakan ekosistem disini? Ya, sudah jelas. SAMPAH. Pengunjunglah yang membuat kerusakan dengan membuang sampah sembarangan. Bahkan saya menemukan sejenis (maaf) alat kontrasepsi yang dibuang begitu saja. Sangat tidak terpuji, payah sekali. Padahal sudah jelas: “Take nothing but pictures, leave nothing but footprints.” 

IMG_5978-horz

Saya, Fira, dan Indra lagi foto di tebing bebatuan yang memisahkan Segoro Anakan dengan Samudera Hindia

Setelah puas lihat-lihat dan snorkelingan selama 1 jam, saya dan teman-teman bergegas pulang. Memang indah Indonesia itu, bahkan teman saya bilang, “Ini sih gak usah jauh-jauh ke Thailand, di Malang aja banyak!” Hahaha memang, selain Pulau Sempu, sebelumnya kami udah mengunjungi beberapa pantai di sekitar Selatan Malang ini. Yang paling mendekati Segoro Anakan yaitu Pantai Clungup. Asli bagus banget! Mau lihat seperti apa? Ini, keren kan?

IMG_5190-horz

So, itulah pengalaman saya ke Pulau Sempu. Ah lebih baik tidak perlu ke Pulau Sempu ini, kalau kalian membantu merusak cagar alam ini. Karena banyak alternatif lain seperti Pantai Clungup, Pantai Bajulmati, Pantai Balekambang, dan lainnya disekitar Selatan Malang juga. Gak jauh kok, masih disekitar Pulau Sempu. Intinya, selama itu tidak merusak lingkungan aslinya, bisalah kita nikmati keindahan Indonesia.

***

Bogor, 11 Januari 2015

kangen Sendangbiru.

4 thoughts on “Traveling ke Pulau Sempu? Bolehkah?

    • Boleh, terutama untuk penelitian. Tetapi tetap ada aturannya, juga ada ongkosnya. Untuk penelitian saja diatur mengenai pembatasan izinnya, sesuai Peraturan Presiden tahun 2014. Coba saja tanya pihak BBKSDA Jawa Timur di Surabaya, saya pernah presentasi disana dan lihat daftar jenis-jenis izin yg diberikan.

      trims, Angga.

      Sent from my iPhone

      >

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s