Tweet Adalah Doa!

Apa kabar semua? Semoga baik-baik saja ya. Maaf banget udah lama gak nulis semenjak pindah tinggal ke rumah Om dan mulai penelitian skripsi. Rasanya ada utang yang harus dibayar yaitu nulis disini. Sebenarnya saya sedang mengerjakan banyak proyek mulai awal tahun ini. Diantaranya penelitian untuk skripsi, penelitian untuk PKM-Penelitian, kontributor di hellobogor.com, dan proyek sampingan untuk menambah uang saku. Hitung-hitung menabung untuk bekal melanjutkan sekolah nanti.

Anyway, saya sudah 4 minggu penelitian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), tempat saya dulu PKL waktu masih bersekolah di SMAKBO. Alasan saya untuk kembali lagi kesana adalah saya tidak menemukan tempat yang lebih nyaman (peneliti, alat, dan jam kerja) dibanding Lemigas ini. Selain itu topik yang saya ambil adalah seputar tumpahan minyak, yakni biodegradasi tumpahan minyak bumi. Maka dari itu saya jadi agak jarang menulis disini, maafkan :(

Oh iya, sesuai judul saya ingin berbagi mengenai kekuatan Twitter. Bukan, Twitter bukan superhero untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir… Tapi isi yang kita tulis di Twitter, sangatlah berpengaruh pada apa yang terjadi kedepannya. Misal kita terus menerus mengeluh di Twitter, maka hidup kita pun penuh keluhan. Apabila ‘twit’ kita penuh semangat, ya semangat juga. Begitu sih pengamatan saya hihi (IMHO). Nah kalau twitnya seperti ini bagaimana?

IMG_  (61)

Twit yang dibuat ketika hari-hari akan pertama masuk matrikulasi.

Apa yang terjadi setelah itu? Saya mendapatkan nilai “D” di matrikulasi Fisika Dasar 1. Langsung hancur. Nilai pertama saya di IPB langsung D. Mau tidak mau, saya harus mengulang di semester 1 nanti. Sedangkan teman saya yang lain juga ada yang dapat D juga ada yang pas C. Saat itu, twit tadi saya anggap hanyalah mimpi dan sudahlah tidak perlu dianggap. Jadi anggapan twitmu adalah gambaran hidupmu itu langsung gagal dimata saya. Tetapi yang terjadi adalah saya screenshot dan saya simpan di hard disk eksternal saya. Entah apa alasannya.

3,5 tahun kemudian, saya iseng buka-buka isi folder gambar yang besarnya hingga 350 gb itu. Penasaran, saya buka satu persatu isi di folder-folder itu. Saya kaget ketika menemukan folder “Captured by iPhone 3G” yaitu folder backup pada handphone saya yang sudah rusak itu. Ternyata, Tweet adalah Doa! Alhamdulillah, berawal dari nilai D itu, saya telah bangkit dan perlahan mencapai IPK pada tweet itu. Sangat perlahan.

***

Karena pada dasarnya, hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Selamat ber-twit ria :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s