Integritas Laki-laki

A Dreamer (orirabowo)

Wahai kaum laki-laki, kau itu harusnya macan buas dihutan, bukan kucing lucu yang disayang. Menghadapi dosen pembimbing saja kau kecut. Kau malah memilih bermain game, melampiaskan kesalmu, membiarkan suksesmu tertunda, makan tanpa batas, merokok tak terkira, dari pada mengerjakan skripsi, pintu awal suksesmu. Kau terlalu banyak alasan. Dosen pembimbingnya lah, waktunya lah, metodenya lah, kau selalu menyalahkan keadaan. Mungkin kau tak pantas disebut kucing lucu, kau itu bangkai kucing yang harusnya dibuang, dikubur, atau bahkan dibiarkan saja sampai membusuk dijalanan.

Wahai kaum laki-laki, katanya kau ingin menjadi pemimpin tangguh. Memimpin dirimu tuk sholat menghadap Tuhan saja kau tak mampu. Kau berdiri kuat paling depan saat berdemo memprotes kebijakan pemerintah, namun tuk membangunkan dirimu saja saat subuh datang kau tak mampu. Kau beralasan lelah, masih mengantuk, kurang tidur, maka tak salah bila kau harus dijuluki sebagai lelaki yang berkoar besar, namun praktiknya nol besar.

Wahai kaum laki-laki, kau harusnya kuat laksana…

View original post 282 more words

One thought on “Integritas Laki-laki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s