Kontemplasi Malam Hari

Masih gak bisa tidur juga, lanjut nulis lagi aja deh.

Seseorang dibalik semua ambisi dan cita-cita itu ada pada sosok yang gue sebut “mama”. Mama emang secara fisik udah nggak ada di dunia ini. Tapi beliau sedang mengamati setiap aktifitas gue dari atas sana. Angga semester 8 bukanlah Angga semester 7 apalagi Angga waktu SMA. People changes. Semua target-target yang gue tulis di “logbook penelitian” adalah mimpi-mimpi gue yang terbaru, lebih realistis, dan mulai ketemu arahnya untuk mencapai tujuan itu. Emang sih kadang ngerasa ketinggian, kaya misalnya pengen S2 di luar negeri. Tapi selama mimpi itu gratis, ya gue bakal bermimpi sebanyak-banyaknya. Tapi dengan syarat, <insert your effort here>.

Motivasi dapetin mimpi itu emang untuk Mama. Memang, pada akhirnya gue sendiri yang akan menuai manfaatnya dikemudian hari. Untuk saat ini, target utama gue lulus dengan hasil yang maksimal. GPA tinggi? Bukan itu. Lulus dengan skripsi yang berguna, seperti yang gue tulis di post sebelumnya. Itu janji gue buat Mama sebelum beliau dipanggil menghadap-Nya.

Sedikit intermezzo dan menghayal dulu, gue pengen punya calon istri yang sifatnya mirip Mama. Fisik bukanlah hal terpenting, karena itu ciptaan-Nya. Pintar? Sudah jelas, calon ibu dari anak-anak gue harus pintar. Entah itu pintar masak, pintar mengelola waktu, atau pintar-pintar yang lainnya. Ya gak mau lah gue punya calon istri yang kerjaannya cuma males-malesan. Atas dasar itulah gue “sibuk memantaskan diri” supaya bisa setara atau lebih dari calon istri gue nantinya. Lelaki baik pantas mendapat wanita baik juga, pun sebaliknya. 

***

Jadi, sebenarnya sekarang lebih baik fokus untuk terus berjuang akan cita-cita. Jodoh sudah ditakdirkan oleh-Nya. Supaya nantinya bisa mengetuk pintu rumahnya dengan kalimat, “Saya sudah selesai dengan diri saya. Sekarang bersediakah kamu bersama-sama mengejar cita-cita?”

Kenapa jadi ngaco gini, efek baca novel cinta-cintaan nih!! Haha udah ah kalau diteruskan pasti makin ngaco.


Calon imammu, 

yang meminta kamu untuk selalu disendirikan hingga saatnya tiba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s