Rek Bogor Plesiran ke Jawa Timur

Hello folks,

Kali ini gue mau menceritakan pengalaman traveling gue yang yhaa… bisa dibilang kasihan. Iya, gue traveling sendirian, atau nama keren dan gak mau keliatan jones (jomblo ngenes) disebut solo traveling. Buat gue yang merupakan keturunan jawa karena bapak gue orang Jawa Timuran, rasanya 24 tahun gak pernah mengeksplor provinsi ini menjadi hal yang gak banget. Terlebih gue udah beberapa kali kesana namun bukan dalam rangka jalan-jalan. Bener-bener payah! Mungkin kalau Inul Daratista udah sukses ngebor dari Pasuruan sampai Jakarta, dia bakal dengan seksinya menghina gue sambil joget-joget tak bersalah. Bak teletubbies yang ikutan senam high impact. Sama seperti Andhika Kangen Band yang sukses mengubah nasibnya dari jualan cendol di Lampung, seketika berubah menjadi playboy di Jakarta. Ini apa sih, Ngga?

Oke abaikan.

IMG_5020

Sendirian kak? Pacarnya mana kak?

Gue sebelumnya mengingatkan kepada pembaca tulisan ini bahwa solo traveling itu bukan hal yang menyedihkan. Malah sebaliknya, bener-bener gila, keren, bikin ketagihan, seru, tegang, deg-degan, salting, ah pokona mah kitu dah ah kumaha si akang teh neng jadi malu (?). It was totally amazing experience. Dari gue yang gak mengerti sama sekali mengenai kehidupan Jawa Timur yang asli ramah-ramah parah, sampai gue mengerti diri sendiri bahwa setinggi apapun pendidikan, seluas apapun ilmu pengetahuan, sekaya apapun harta, gue tetaplah kecil, tetap bukan siapa-siapa, dan sama-sama dengan mereka, menginjak kaki di bumi. Seperti kata Hamka, “manusia itu asalnya dari tanah, makan dari hasil tanah, berdiri diatas tanah, akan kembali ke tanah. Mengapa masih bersifat langit?”

Tsah.

Mantaps.

IMG_0015

Pergi sendirian bebas melakukan apapun. Termasuk selfie terbalik di Tornado, saat orang disebelah mau muntah.

Gue mengunjungi berbagai tempat yang memang ingin gue kunjungi jauh hari sebelum berangkat. Kalau di list, gue hampir sukses semua mendapatkan yang gue mau. Karena itu tadi, gue sendirian! Sehingga hal yang menghambat cuma satu: males gerak. Nah mager ini udah gue tinggalin di Bogor, jadinya beneran gue jadiin. Misalnya gue lagi laper, terus gue pengen yang anget-anget. Dengan modal hape dan koneksi internet, gue cari makanan khas Malang dan ketemulah! Mie Pangsit Bromo Pojok. Itu. Makanan. Sangat. Enak! Apalagi makannya bareng kamu, makin enak. *Halah jones!*

IMG_6352

Surganya Malang nih. Gila bener.

Banyak kota yang gue jelajahi. Disetiap perjalanan itu juga menyimpan banyak cerita, yang rasanya akan lucu sendiri kalau gue ingat-ingat. Hampir masuk jurang, batre hp abis sehingga gak tau jalan pulang, sampai cuci kaki di danau penuh asam sulfat dengan pH 0,5. Semuanya itu, sangat berharga; setidaknya bagi diri sendiri, sampai nanti gue ceritakan detail lengkapnya di postingan mendatang.

Surabaya, Bangkalan, Malang, Batu, Bondowoso, Kawah Ijen Banyuwangi, dan Jember.

See you on next posting, folks! 

6 thoughts on “Rek Bogor Plesiran ke Jawa Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s