Malang, I’m in Love!

Ini adalah lanjutan dari postingan:
1. Rek Bogor Plesiran ke Jawa Timur
2. Sehari Explore Surabaya dan Madura!

Jam menunjukkan pukul 15.23 saat gue sampai Terminal Arjosari, Malang. Perjalanan dari Terminal Purabaya, Surabaya yang cukup menyenangkan karena gue menggunakan bis patas, tapiiii…. gue tidur nyenyak. Oke, gue gak banyak liat situasi jalanan. Jadi mungkin untuk cerita perjalanan Surabaya-Malang ini di skip, ngantuk pisan. Sesampainya di Terminal Arjosari, gue agak bingung harus kemana lagi ini? Seperti saat di Surabaya, hilang arah…

Yeaaaay, halo Ngalam! Angga kembaliiii…

Gue akui, gue sangat jatuh cinta dengan kota ini. Hal ini karena faktor pengalaman pribadi saat praktek kerja lapang selama sebulan di kota ini. Selain itu kondisi cuaca di Malang yang mirip sekali dengan Bogor. Mungkin karena Malang sama-sama dikelilingi oleh pegunungan (seperti Bogor) sehingga cuacanya sering sekali gloomy dan bikin adem. Malang, kota dengan sejuta cerita yang ada berhasil memikat gue untuk kembali ke tempat ini. It was 1.5 years ago, man.

 IMG_5863

Selamat datang di Kota Malang! Malang yang penuh ruang terbuka, dan siapa tahu disini bisa membuka hati wanita. Baper.

Oh iya, gue beruntung traveling kali ini banyak bantuan info dari orang-orang dekat gue di kampus. Woohoo!! Jadi selama eksplor di Malang ini, gue bebas kemana-mana. Misalnya gue lagi kepengin makan tahu telur (wajib banget makan ini brooo), tinggal cari rekomendasi aja tempat terenak yang jual tahu telor dimana, kalau gue bosen tinggal muter-muterin kota, nah kalo lagi pengen tidur  tinggal tidur dijalanan (?). Nah sama halnya seperti pas gue kepengin ke Museum Malang Tempoe Doeloe, gak ada angin gak ada kentut, gue datengin museum itu. Semuanya terserah gue kapan perginya, gak tergantung waktu angkot datang. Lokasinya ada di belakang kantor walikota Malang, di jalan Gajahmada, gak jauh lho dari Stasiun Malang yang hanya berjarak 500 meter. Kalau kalian lagi nunggu kereta di Stasiun Malang, bisa lho mampir ke museum ini.

DCIM100GOPROGOPR4208.

Lagi hangout dengan Chelsea Islan. Iya, gak usah histeris gitu dong. Itu bener kok pake Photoshop.

Oh abaikan foto diatas itu. Itu iseng aja supaya gak keliatan gue kesini sama siapa… Iya… gue sendirian ke museum ini. Sedih yha… Nggak juga sih, karena tempatnya epic parah. Classy dan jowo banget! Di Museum Malang Tempoe Doeloe ini memang gak begitu rame, makanya kita bisa bebas foto-foto sesuka hati. Rekomendasi dari gue cobalah kunjungi Museum ini ketika kalian lagi di Malang. Worth place to visit. Kalau bisa bawa lensa yang wide angle, GoPro lebih bagus. Karena tempatnya gak begitu besar sehingga perlu lensa dengan focal length yang kecil.

DCIM100GOPROGOPR4176.

Disini kita bisa tahu sejarah kota Malang, dan siapa tahu dikota ini juga kita bisa bikin sejarah. Duh, masih aja baper.

Selesai dari museum yang menyenangkan ini, gue lanjut lagi mengitari kota Malang dengan mang supra. Tujuan gue selanjutnya yaitu Cwie Mie Bromo Pojok! Yeaaay… Makanan kesukaan gue, semenjak PKL dulu. Pilihannya ada banyak, tapi karena gue bener-bener di pusat kota, pilihan gue jatuh ke Mie Pangsit Bromo Pojok di Jalan Pattimura. Gak perlu gue review tempat makan itu, bener-bener enak!

Malamnya, gue jalan-jalan di alun-alun. Nah uniknya ada dua tempat yang harus dikunjungi, yaitu alun-alun Malang dan Tugu Bundaran. Keduanya sangat epic karena kedua tempat ini hidup. Bukan, jangan bayangin pohon-pohon disitu bisa gerak dan meliuk-liuk bak orang yang menggelinjang. Ambiance manusia sebagai makhluk sosialnya hidup banget.  Gue menyempatkan motret beberapa foto seperti bawah ini.

IMG_5860-horz

Sayangnya setelah dari tempat ini Malang hujan besar, dan karena gue gak bawa payung jadi pulanglah gue ke tempat penginapan. Oh iya sekedar rekomendasi, ada tempat yang oke buat orang petualang kaya gue ini. Tempatnya di “Wisma Moeria” di Jalan Muria. Tempatnya pewe parah, dan kebetulan yang punya rumah ini adalah temen SMP-nya dosen gue, Bu Ellia. Untuk harga dijamin terjangkau mengingat lokasinya yang dekat jalan Ijen yang bisa dibilang “Mentengnya Malang”. Oh iya, breakfastnya enak!

IMG_5881-horz

Suasana guest house yang ala-ala Eropa, aih… Malang I’m in love banget!

Gue berhadap suatu saat nanti bisa menetap di Kota Malang. Entah hanya sekedar tugas kantor yang mengharuskan tinggal di Malang selama beberapa saat, atau nantinya mengajar di salah satu universitas disini. Masih misteri Allah, belum ada yang tahu. In shaa Allah. Sekali lagi, gue jatuh cinta dengan Malang, dengan segala sesuatu yang berada didalamnya.

Gue juga menyempatkan bertemu dengan kakek gue yang merupakan veteran jaman kemerdekaan dulu. Veteran yang selalu membawa kamera selain sejata ditangannya. Mbah Jon, atau nama aslinya Mbah Lantip. Usianya 86 tahun, dan still kickin with his ability to speak dutch. Marco van Basten! Dirk Kuyt! Memphis Depay! (Lah itu mah nama pemain bola dari Belanda).

IMG_0044-horz

***

Next: Pengalaman ngebolang di Kota Batu, dari naik Ferris Wheel sendirian, ke tempat-tempat hitz seperti Jatim Park dan Museum Angkut+ sampai mistisnya puncak paralayang. Stay update, will be epic story!

5 thoughts on “Malang, I’m in Love!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s