Orang Bogor yang Sangat Bogor

Dari lahir sampai sekarang (kira-kira 24 tahun), saya selalu berada di Bogor. Kalau lihat CV, mulai dari tempat lahir, TK, SD, SMP, SMK, S1, dan sedang S2 ini semuanyaaaa… di Bogor. Bahkan mungkin akan lebih lama lagi di Bogor. Lama di Bogor bukan berarti saya jago berbahasa Sunda, Bahasa Sunda saya sangat payah! Apalagi Bahasa Jawa, yang katanya sih saya keturuan suku Jawa, entahlah… He he he. Sudah kadung dinaturalisasi oleh Bogor 😄 Hal ini dikarenakan lingkungan yang tidak mendukung berbahasa daerah karena budaya elo-gue sama teman dan berbahasa Indonesia yang baik dengan orang tua dan guru.
Namun, “kelamaan” di Bogor bukan berarti saya nyaman begitu saja berdiam diri disini. Eh menurut saya gak ada lho kota lain yang lebih nyaman selain Bogor, gimana enggak? Setiap pergi ke kota lain aja pasti kalau lagi hujan selalu bilang “kangen Bogor”… Rasanya memang kepengin sekali ke pindah tempat lain, kata orang tua sih buat mencari pengalaman, khususnya pengalaman tempat-tempat lain di Indonesia. Namun kesempatan buat belajar banyak hal, masih di Bogor. 😊
Keinginan ke Liverpool, UK dari dulu memang menggebu-gebu. Selain karena klub favorit saya disana (ya, saya penggila bola), ada hal lain yang menarik saya untuk pergi ke sana. University of Liverpool. Universitas tertua di Britania Raya untuk bidang kelautan. Dosen pembimbing akademik S1 saya di ITK IPB suatu waktu pernah bilang, “bukan sekarang, tapi akan ada waktunya”.
Keinginan tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Rencana dari-Nya menginginkan saya untuk pergi mencari pengalaman di tempat-tempat lain… namun di Indonesia. Perlahan, kaki ini berhasil menyentuh tempat lain yang sangat asing bagi saya, sebut saja Sabang, Bitung, Lembeh, Tanjungpinang, Madura, Karimunjawa, dan lainnya. Setahun yang lalu, apalah saya ini, hanya Pulau Jawa dan Pulau Bali saja yang baru dijelajahi. Selebihnya stay di Bogor, Bogor, dan Bogor. Bahkan saya sudah hafal hotspot macet beserta jalan pintas untuk mengatasinya. Ini akibat kelamaan di Bogor 😜
“Bukan sekarang, tapi akan ada waktunya”
Indonesia, tak ada hentinya ku mengucap syukur kepada-Nya karena terlahir ditanahmu yang sangat indah ini. Laut yang bergejolak, seolah menyimpan misteri Ilahi yang masih belum terpecahkan.
Tanah Airku… Indonesia.

13465938_10209336759074487_5381137572083495634_n
***
Essay untuk ‪#‎WeLoveBogor‬
Angga Dwinovantyo, Mahasiswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s